Berakhir Tanpa Pernyataan

Betapa aku sangat membenci kata-kata “akhir” atau “perpisahan”. Aku lebih suka menggantinya dengan “sampai jumpa lagi” atau “sampai ketemu lagi”. Rasanya, pengucapan selamat tinggal seolah satu kata paling kejam yang pernah ada. Aku berani bertaruh bahwa tak seorang pun yang menyukai perpisahan atau hal semacamnya. Terlebih jika suatu perpisahan—yang pada awalnya tak mungkin terjadi—akhirnya terjadi namun tanpa satu patah kata pun terucap. Betapa sakit hati ini.

Aku mungkin tak harus menceritakan kisah-kisah sedih seputar perpisahan karena setiap orang pasti pernah mengalaminya. Satu-satunya pengucapan yang bisa membuat hati rapuh dan hancur berkeping-keping bagai kristal—meski cinta juga bukan satu-satunya kata yang bisa membuat hati berbunga-bunga.

Mungkin, perpisahan tak harus diucapkan dengan kata-kata—karena cinta pun terkadang terjalin tanpa ada pengucapan apapun. Tapi, setidaknya perpisahan bisa menunjukkan sesuatu yang akan mengarah kesana. Oh, jangan lagi! Aku sepertinya juga mulai tidak menyukai kata ini setelah aku membenci sebuah kenangan. Perpisahan dan kenangan memang telah menjadi satu rumpun dalam satu wadah besar bernama kehilangan.

Aku sebenarnya tidak ingin mengungkapkan sesuatu yang bertajuk kesedihan, tapi kalau aku tidak melakukan apa-apa terhadapnya, hati ini akan lebih hancur lagi—hancur lebur dan rata dengan tanah.

Pada akhirnya aku pun berharap segala sesuatu yang berkaitan dengan perpisahan, kenangan, kehilangan, atau apapun namanya itu bisa segera lenyap dari jarak pandangku. Aku tak ingin mereka mengganggu hidupku lagi. Tidak disaat aku sedang bahagia dan akan meniti sesuatu yang lebih besar di masa depan.

Categories: Life, Love, Memory Tags: , , , ,

Bisnis Online

February 6, 2010 Sotyasari Dhanisworo 1 comment

Sekitar dua hari yang lalu, aku sempat baca postingan blog teman tentang bisnis online. Lalu, dia tanya sama aku kenapa aku tiba-tiba tertarik sama bisnis “tak kasat mata” ini. Padahal, sebenarnya dari dulu aku memang sudah tertarik sama bisnis semacam ini. Menurutku, bisnis online itu baik, meski bagi sebagian orang berpendapat bahwa bisnis seperti ini sama sekali nggak berprospek. Alasan utamanya karena bisnis ini adalah bisnis yang dijalankan dari internet. Banyak dari mereka yang meragukan mengenai sistem keamanannya. Kemudian, bagaimana cara memasarkan produk kita itu, ditujukan untuk segmen pelanggan seperti apa, bagaimana jika tak satu pun orang yang mampir ke website toko kita dan tidak membeli satu pun item yang kita jual—alias hanya iseng melihat-lihat, dan lain sebagainya.

Memang berbisnis lewat internet punya banyak resiko—bahkan mungkin lebih besar dari bisnis yang dijalankan di dunia nyata. Tapi, selalu ada pilihan-pilihan yang bisa kita ambil dari sana. Tak semuanya yang diragukan orang-orang tentang bisnis online itu berbahaya dan tidak bisa dijamin keamanannya. Kalau memang benar begitu, mengapa sampai saat ini masih banyak bisnis online yang bertebaran di dunia maya?

Seperti yang sudah sering aku baca di berbagai macam media cetak dan elektronik, bisnis online bisa berjalan lancar dengan keamanan tetap terjaga jika kita mendesainnya seperti itu. Jaminan keamanan dan segala sesuatu yang mungkin terjadi apabila kita menjalankan bisnis online itu tergantung kita sendiri. Kita sebagai pengendali utama bisnis online harus sangat paham dengan adanya kemungkinan cybercrime atau kejahatan dunia maya, selain kita harus jeli melihat celah pasar yang ada. Jadi, produk yang kita jual benar-benar unik dan berbeda sehingga akan mengundang konsumen yang pernah datang ke toko kita akan kembali lagi dan mungkin ia mengundang teman-temannya untuk datang dan berbelanja juga di toko kita.

Kedengarannya memang cukup mudah menjalankan bisnis online, mengingat jaman sekarang sudah banyak penyedia website gratis yang memungkinkan orang untuk membuat website dalam waktu tak lebih dari lima menit. Kalaupun kita menginginkan nama pribadi yang benar-benar mewakilkan toko kita, sekarang pun juga sudah tersedia website penyedia domain gratis ataupun berbayar yang biayanya sangat bervariasi dari yang paling murah hingga yang paling mahal tergantung kemampuan pemilik website. Di samping itu, banyak sekali website-website lokal maupun internasional yang menawarkan pemasangan iklan dengan biaya tertentu dilihat dari jenis website yang akan beriklan.

Tapi, kenyataannya tak semudah yang dibayangkan. Walaupun online, bisnis tetaplah bisnis—dimana akan selalu membutuhkan prediksi di tiap-tiap event yang terjadi. Bisnis selalu memiliki trend pasar yang akan senantiasa berubah setiap beberapa hari, bulan, minggu, bahkan tahun sekali pun. Di situlah kejelian owner akan diuji. Jika kita tidak bisa melihat itu sebagai sebuah peluang ataupun ancaman, maka bisa dipastikan bisnis kita akan sepi pelanggan.

Ketertarikanku pada dunia bisnis semacam ini sangat besar. Aku suka berselancar di dunia maya dan mencari apapun yang bisa dijadikan referensi untuk berbisnis. Ada banyak pilihan yang bertengger di benakku, tapi aku bingung jika harus memilih salah satunya. Karena, setiap pilihan pasti punya resiko sendiri-sendiri—dan aku harus mengantisipasinya sejak awal. Yang dibutuhkan untuk memulai bisnis semacam ini—selain kreativitas tinggi—adalah keuletan, kesabaran (dalam mengelola website), dan frekuensi update website secara berkala.

Categories: Job Tags: ,

Tak Terhitung Waktu

January 30, 2010 Sotyasari Dhanisworo 1 comment

Entah sudah berapa banyak aku berbicara soal waktu. Bagiku waktu memang terasa sangat cepat dan singkat. Mungkin aku memang melakukan banyak hal sehingga waktu berjalan secepat kilat—meski bagi sebagian orang waktu berjalan selambat kura-kura.

Terkadang memang waktu berjalan sangat lambat, tapi tak jarang pula ia berlari tatkala manusia tengah berkutat dengan satu-satunya hal yang membuatnya lupa akan waktu.

Sama halnya denganku. Aku tak pernah melihat bagaimana ia bekerja, hanya sesekali aku memandangnya untuk memastikan mengenai apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Dan, selalu ada jeda diantaranya untuk mengevaluasi kembali apa yang telah kita lakukan.

Coba saja dipikir, berapa banyak waktu yang telah kita buang untuk sesuatu yang kita lakukan namun akhirnya mendatangkan penyesalan? Aku sering mengalaminya. Aku telah banyak berpikir tentang apa yang telah kulakukan dan aku menyesal telah melakukannya. Ujung-ujungnya aku menyalahkan diriku sendiri, betapa aku tidak pernah memperhitungkan akan eksistensi sang waktu yang seolah menguntitku kemana pun aku melangkah.

Jika akhirnya aku mengatakan bahwa ‘waktu berjalan secepat kilat’, itu memang benar adanya. Karena, aku tak pernah memperhitungkan waktu—yang seharusnya aku perhitungkan—meski waktu sama sekali tak pernah memperhitungkanku, atau kau, atau dia, atau mereka, atau semua insan di muka bumi ini. Waktu tetaplah waktu, dimana ia tak punya mata, telinga, mulut, atau organ apapun lainnya, hanya sebuah benda padat pada umumnya yang punya dua jarum panjang dan pendek penunjuk angka-angka tempat seluruh manusia menggantungkan segala aktivitas, harapan, dan penantian.

Categories: Life Tags: ,

Kecewa

Pertanyaan yang terkadang sulit dijawab adalah kenapa. Kenapa sih, kenyataan selalu tak sejalan dengan harapan? Kenapa manusia harus punya mimpi dan angan-angan? Kenapa pula ada kalanya suatu hal sangat sulit diterima akal sehat dan terkadang terlalu mudah ditebak?—Dan, masih banyak kenapa-kenapa lain yang bercokol di benakku.

Aku tak berani berpikiran macam-macam tentang itu semua. Aku takut kecewa. Kau tahu, tak semua orang bisa dengan lapang dada menerima kekecewaan. Aku salah satunya. Pernahkah kalian jumpai seseorang yang terlihat biasa-biasa saja saat tahu dirinya telah dikecewakan? Kurasa, hanya 1:1.000.000 makhluk di dunia ini yang merasa seperti itu. Tak seorang pun dari mereka yang luput dari kata “kecewa”. Dan, itulah kenapa? Kenapa manusia harus merasakan kekecewaan dalam satu kali hidupnya? Tak bisakah manusia hidup tanpa ada rasa kecewa dan putus asa?

Pada akhirnya pun, aku hanya bisa berkata, “Entahlah!” Aku sendiri telah merasakannya yang bukan hanya sekali-duakali, tapi berkali-kali. Saat kata “optimisme” telah jauh pergi dari kehidupanku—yang entah kapan akan kembali—sebisa mungkin aku mengasingkan diri dari kata “kecewa”. Terlalu menyakitkan untuk jiwa rapuh sepertiku.

Itulah sebabnya, aku tanya, “Kenapa?”

“Kenapa aku tak lagi bisa menggapai asa dalam satu kata “optimis”? Apakah ia memang benar-benar telah meninggalkanku—untuk selamanya?”

Categories: Life Tags: , ,

Sekali Lagi

January 14, 2010 Sotyasari Dhanisworo 1 comment

Aku sering bertanya-tanya, apa sih inti dari kehidupan? Apakah hidup itu harus dihiasi dengan berbagai macam pengorbanan? Apakah hidup hanya untuk berkorban?

Hidup tanpa pengorbanan memang terasa hampa. Tapi, apa yang kulakukan untuk hidupku hanyalah berkorban, dan sekali lagi harus berkorban. Sebenarnya aku tidak masalah kalau harus berkorban demi kebaikan. Aku mungkin hanya lelah. Lelah karena aku terus-terusan berkorban untuk orang lain sementara mereka tak ada yang mau berkorban untukku.

Tapi, tak apalah. Mungkin memang harus seperti itu. Bersabar hanyalah satu-satunya jalan bagiku agar aku bisa menjalani semuanya. Hanya waktu yang bisa berbicara sampai kapan aku harus bertahan.

Categories: Life Tags: ,

Don’t You Break My Heart Slow

Kemarin malam, aku dengerin radio dan nggak sengaja denger lagunya Vonda Shepard yang judulnya “Baby, Don’t You Break My Heart Slow”—yang udah lama banget pengin aku denger, tapi baru kemarin tahu siapa yang nyanyi :D . Lagu ini dari dulu sampai sekarang sepertinya udah melekat banget sama aku. Buktinya setiap kali aku ada masalah, waktu denger lagu ini perasaanku langsung tenang seolah-olah lagu ini mewakili apa yang aku rasakan.

Seperti yang udah aku tulis beberapa hari lalu kalau sekarang aku lagi dalam masa melupakan suatu kenangan yang seharusnya udah aku kubur dalam-dalam. Apa kamu pikir melupakan kenangan itu nggak korban perasaan? Karena itu, aku selalu butuh hiburan seperti lagu-lagu kayak gini. Lagu-lagu mellow yang menyayat hati.. (duh, bahasanya! :P )

Tapi, beneran kok lagu ini bagus banget. Terutama buat orang-orang yang lagi dirundung masalah. Cuma memang semua kembali lagi ke selera. Kalau memang nggak suka musik mellow ya nggak tahu lagi. Kalau aku sih semua lagu suka yang penting enak didengerin telinga dan pas sama suasana hati. Buatku, semua lagu sama aja. Yang bikin beda cuma aliran dan gaya bermusiknya. Karena di tiap-tiap lagu pasti ada sebuah pesan yang tersimpan.

Kalau mau tahu lagunya kayak apa, klik kiri buat dengerin atau download yah..! :P

Baby, Don’t You Break My Heart Slow

Categories: Memory Tags:

Perjalanan Waktu

Waktu yang sudah berjalan tidak akan pernah kembali lagi. Apa yang sudah dilalui pun juga tak akan pernah bisa terulang. Kecuali jika ada kesempatan kedua dan itu pun pasti terjadi di ruang dan masa yang berbeda. Tanpa sadar, aku pun telah melewati beberapa perjalanan waktu yang sungguh panjang. Perjalanan yang tak mampu lagi aku ulang. Semuanya pasti telah menjadi suatu kenangan.

Aku tahu, dan seharusnya aku sadar akan hal itu. Entahlah, semuanya berjalan sangat cepat. Tapi, semua orang tahu bahwa setiap ada permulaan pasti ada sebuah akhir. Dan, inilah saatnya aku berada di batas akhir. Apa yang telah aku mulai, aku tak bisa menghindar untuk harus mengakhirinya. Harusnya sudah berakhir, tapi mengapa harus kembali lagi? Mungkinkah ini yang dinamakan kenangan? Oh, tidak! Aku mulai benci kata-kata itu.

Kata-kata yang entah sejak kapan menjadi suatu mimpi buruk di setiap tidurku. Mungkin aku takkan menggunakannya lagi dalam jangka waktu dekat ini. Dulu aku memang suka mendengarkannya dan mengingatnya setiap kali aku ingin mengingatnya. Tapi, berbagai macam masalah menderaku hingga akhirnya aku takut mendengar kata-kata itu—bahkan membencinya.

Bagiku, waktu tak sesimpel seperti yang kubayangkan. Aku banyak kehilangan waktu hanya untuk terjebak di satu masalah dan membiarkan beribu kesempatan melewatiku. Andai aku bisa memutar waktu, pasti akan kulakukan. Tapi, sayangnya tidak. Aku harus terus berjalan di sepanjang sisa waktu yang masih aku miliki.

Categories: Memory Tags: , , ,

Membangun Website Pribadi

December 23, 2009 Sotyasari Dhanisworo 1 comment

Sebuah website punya banyak kegunaan, salah satunya bisa membuat kita mengekspresikan diri kita sepuasnya. Dapat menentukan sendiri website seperti apa yang sesuai dengan pribadi kita.

Sebagai pemula, kita bisa membuat website tanpa harus mengerti bahasa program (HTML). Coba download software gratisnya di yahoo, tapi tentunya harus punya account di yahoo. Atau, kalau malas daftar-daftar, bisa masuk disini. Tapi, punya website pribai nggak semudah yang kita bayangkan sebelumnya. Kita harus punya konsep yang matang untuk bisa membuat website kita berbeda dari orang lain.

Setelah berhasil membuat website, kita pasti ingin punya nama pribadi buat website kita. Hanya saja, selalu terkendala biaya untuk itu. Tapi, ada kok harga domain yang murah banget dan cocok sama kantong kita. Coba aja masuk di search engine favorit dan ketik: hosting domain indonesia. Langkah-langkah pendaftarannya pun mudah dan bisa dilakukan via ATM.

Dengan beberapa langkah diatas, kita pasti bisa buat website pribadi dan personalize yang benar-benar mewakilkan diri kita. Kalau sudah jadi, jangan lupa mencantumkan kotak komentar di website yang sudah kita buat supaya para pengunjung bisa kasih komentar, pesan, atau kesan setelah mampir ke website kita. Kotak komentarnya bisa didapat disini. Setelah kita mendaftar, kita akan mendapatkan skrip tag-board kita. Lalu, copy-paste skrip ini dan letakkan di halaman depan situs web kita.

Terakhir, kita pasti ingin website kita ramai pengunjung. Maka dari itu, kita bisa mendaftarkan website kita di sejumlah search engine andalan yang paling banyak dikunjungi orang. Kita bisa mendaftarkan website kita yang salah satunya ada disini. Atau, bisa juga dengan menggabungkan diri ke berbagai komunitas web yang seru dan punya banyak anggota.

Selamat Berkreasi!

Categories: Knowledge Tags: ,

Hari Ibu

Hari ini adalah hari ibu dimana seharusnya seorang ibu mendapatkan perlakuan yang istimewa. Sebelumnya aku tak pernah ingat ada apa tanggal 22 Desember itu. Tapi, sekarang, aku selalu ingat hari itu. Aku membayangkan dan memposisikan diriku sebagai seorang ibu. Betapa besar pengorbanan mereka yang bukan hanya kepada anak-anaknya tapi juga untuk seluruh keluarga.

Aku sudah menyadarinya sejak dulu. Tapi kini aku lebih bisa memaknai hari ibu mengingat aku akan menjadi seorang ibu. Menurutku, tak mudah menjadi seorang ibu. Ibu yang paling bersahaja dan pengertian adalah seorang ibu yang mampu menjadi sahabat setiap anggota keluarganya. Jika ada seorang ibu yang tidak dapat melakukan perannya sebagaimana mestinya, sesungguhnya ia telah masuk dalam deretan ibu dengan jiwa yang buruk. Terlebih jika ada seorang ibu yang tega menelantarkan anaknya.

Bagaimanapun juga, hari ibu tak dapat dianggap sepele. Memang bukan suatu hal yang wajib dirayakan, tapi setidaknya menghayati maknanya. Karena disitulah pentingnya.

Selamat Hari Ibu!

Categories: Love Tags: ,

Tetap Disini

Beberapa waktu lalu, aku sempat berpikir aku akan meninggalkan blog ini. Blog yang telah menemaniku setahun belakangan sebelum aku akhirnya menamatkan pendidikanku di perguruan tinggi. Entah karena apa, tiba-tiba saja penyakit lamaku kambuh. Penyakit yang memaksaku untuk bertingkah tidak setia dengan apa yang telah kupilih.

Sekarang, saat aku menyadari kesalahanku aku pun menyesal. Mungkin kesempatanku telah hilang, karena tak ada kesempatan kedua bagi orang sepertiku. Entahlah, itu kata mereka. Takkan ada kesempatan kedua. Benarkah?

Andaipun itu benar, aku tetap optimis, aku selalu punya kesempatan. Mungkin bukan di waktu yang sama, tapi pasti selalu ada sesuatu yang akan membuat seseorang berubah. Itulah sebuah kesempatan.

Dengan demikian, aku telah berkata kepada diriku sendiri bahwa aku takkan pernah meninggalkan apa yang telah menjadi milikku dan akan merawatnya selama aku mampu—dengan tetap berada disini.

Categories: Memory Tags: , ,