Archive

Archive for March, 2008

Kartu Tarot

Semua orang pasti familiar dengan kata “Tarot”. Apa sih “Tarot”?

Tarot adalah sekelompok kartu berjumlah 78 lembar yang umumnya digunakan untuk kepentingan spiritual atau ramalan nasib. Kartu Tarot tersusun oleh 78 kartu yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu Arkana Mayor (Major Arcana) dan Arkana Minor (Minor Arcana). Arkana Mayor terdiri dari 22 kartu, sedangkan Arkana Minor terdiri dari 56 kartu. Kartu-kartu yang tergolong dalam Arkana Mayor sering disebut sebagai kartu trump, yang berarti mereka memiliki keunggulan dibanding kartu-kartu Arkana Minor.

Menurut catatan sejarah, umur Tarot diramalkan sudah lahir sejak masa Nabi Musa As yang dikenal secara lisan dan berkembang di kalangan bangsa Ibrani yang kemudian berproses dalam kurun waktu sangat panjang dan dikenal sebagai ilmu Qaballa (Kaballah). Pada permulaan abad ke-12 sampai dengan abad ke-15, ilmu ramal meramal berkembang pesat di daratan Eropa sampai pada abad pencerahan yang memisahkan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan. Tarot dapat mencapai Eropa karena dibawa oleh orang-orang Gypsy, dimana konon kata “Gypsy” merupakan reduksi dari “Egyptian” yaitu Orang Mesir. Gypsy memperkaya pengetahuan tentang Tarot karena mereka juga memasukkan unsur-unsur budaya lain akibat dari perjalanan mereka melintasi daerah-daerah berkebudayaan tinggi.

Tarot berarti jalan hidup yang utama. Bangsa Mesir menyebutnya dengan istilah “Jalan Bangsawan“, jalan yang mengarah kepada hal-hal yang baik. Dalam bahasa Sansekerta dikenal sebagai “Rota“, yang berarti Roda Hidup. Sementara bangsa Arab menyebutnya sebagai “Turuq” yang berarti empat jalan, sebagaimana empat gambar yang terdapat pada Arkana Penunjang.

Kartu Tarot sendiri berasal dari Italia. Hal ini dikarenakan asal mula kata “Tarot” itu, menurut sebagian pewacana Tarot, berasal dari “Taro” yaitu nama sebuah sungai yang melintasi Italia, tempat dimana para Gypsy mengembangkan seni meramal dengan kartu ini. Pendapat lain juga mengatakan bahwa kata “Tarot” merupakan distorsi kata dari bahasa Arab “Tareqat” yang berarti “jalan”. Pada awalnya, permainan kartu ini bernama Carde da Trionfi atau yang lebih dikenal dengan Kartu Kejayaan (Trionfi: berjaya atau menang, triumph). Dan, sebanyak 28 dokumen tertanggal 1442-1463 mencantumkan permainan kartu bernama Trionfi.

Kepopuleran kartu Tarot diperkirakan bermula sejak Antoine Court de Gebelin (1723-1767) menerbitkan sebuah buku pada tahun 1781. Buku tersebut menyatakan bahwa pendeta-pendeta Mesir kuno telah melukis kartu Tarot berdasarkan buku Toth (The Book of Toth), yaitu sebuah buku yang menjelaskan tentang mistik Mesir Kuno. Mereka kemudian membawa gambar-gambar tersebut ke Roma untuk dipersembahkan kepada Paus. Paus kemudian memperkenalkan Tarot ke Avignon, Perancis, pada abad ke-14. Setelah mendapat pengaruh dari Perancis, nama Trionfi berubah menjadi Tarocchi.

Keduapuluh dua kartu Tarot yang tergolong dalam Arkana Mayor, yang terdiri dari: 0Kartu-kartu Arkana Mayor (The Fool), I (The Magician), II (The High Priestess or The Popess), III (The Empress), IV (The Emperor), V (The Hierophant or The Pope), VI (The Lovers), VII (The Chariot), VIII (Strength), IX (The Hermit), X (Wheel of Fortune), XI (Justice), XII (The Hanged Man), XIII (Death), XIV (Temperance), XV (The Devil), XVI (The Tower), XVII (The Star), XVIII (The Moon), XIX (The Sun), XX (Judgement), XXI (The World); merupakan lambang perjalanan bintang yang erat kaitannya dengan siklus kehidupan manusia. Kata “Arcana” sendiri berasal dari bahasa Latin “Arcanum” yang berarti misteri. Lambang atau gambar yang terdapat pada kartu Arkana Mayor (Major Arcana) ada pada sebuah manuskrip kuno yang ditemukan di dekat kota Fez di Maroko.

Kartu-kartu Arkana MinorSedangkan kelimapuluh enam kartu yang tergolong dalam kartu Arkana Minor terbagi menjadi 4 (empat) jenis kartu, dimana menurut tradisi Italia, jenis-jenis kartu tersebut adalah: Pedang, Cawan, Tongkat, dan Koin. Kelompok-kelompok tersebut terdiri dari kartu As, 2-10, dan kartu-kartu royal: Jack (disebut juga Page atau Knave), Knight (Ksatria), Queen, dan King. Jumlah kartu tiap kelompok terdiri dari 14 (empatbelas) kartu.

Pada awal abad ke-20, kartu Tarot semakin berkembang dengan perkenalan berbagai kumpulan desain Tarot yang diterbitkan di Inggris dan Amerika berdasarkan kebudayaan mistik Barat, yaitu Kaballah, yang erat hubungannya dengan dunia Astrologi. Dalam budaya Barat, kartu Tarot dipercaya memiliki kemampuan untuk meramal masa depan, nasib, dan peruntungan. Kartu Tarot bahkan dipakai sebagai alat untuk mencapai alam bawah sadar. Di negara-negara, seperti: Perancis, Italia, Swiss, Austria, dan Jerman, Tarot masih menjadi permainan kartu favorit.

Tarot modern dalam bentuk kartu yang tertua dan yang ditemukan dalam keadaan paling utuh adalah The Visconti-Sforza dari Italia yang dibuat pada tahun 1450-an. Visconti-Sforza adalah sebuah nama keluarga bangsawan yang eksis di tahun 1432-1440, dan berkat jasa penciptaan merekalah, pada awal abad ke-15 di bagian Utara Italia, kartu Tarot mengalami masa kejayaan. Keluarga Visconti-Sforza menciptakan desain kartu Tarot tersebut sesuai dengan cita rasa kesenian yang berkembang saat itu, sebagai hadiah istimewa bagi pernikahan putra-putri mereka.

Tarot yang banyak dikenal saat ini bermula dari di-reinterpretasikannya simbol-simbol Tarot oleh Arthur Waite, seorang anggota sekte “The Order of The Golden Dawn“, dan digambar ulang oleh Pamela Smith di Inggris pada awal abad ke-19. Kartu Tarot ini kemudian diterbitkan oleh Rider, sehingga sering dikenal dengan nama Rider-Waite Tarot, atau yang lebih populer lagi dan lebih dikenal saat ini adalah Rider-Waite-Smith Tarot.

Sumber dan Foto: dari berbagai sumber

Categories: Knowledge Tags:

Sebuah Kabar

Kabar itu adalah kabar yang sangat kunantikan. Aku mendengar kabar bahwa dia baik-baik saja dan tidak kurang suatu apapun. Aku sangat bahagia. Ternyata, memang harus jalan inilah yang aku lalui. Aku ingin dia bahagia, dan satu-satunya jalan agar dia bahagia adalah membiarkannya hidup bebas tanpa ada aku di sisinya. Aku tahu perasaannya padaku, tapi justru perasaan itulah yang membuatnya tersiksa. Ketika suatu saat dia memintaku untuk meninggalkannya, aku pikir dia hanyalah salah satu dari sekian banyak manusia pengikut paham egoisme. Namun aku salah. Setelah aku pikir panjang, ternyata keputusannya itu adalah keputusan terbijak yang pernah aku dapat dari seorang pria. Aku benar-benar salut padanya.

Aku akui bahwa aku banyak belajar dari pengalamannya. Pengalaman hidup yang tak mudah untuk dihadapi. Banyak pria seakan menyerah ketika mendapat cobaan seperti apa yang dialaminya. Tapi tidak dengannya. Dia sungguh tegar. Apapun yang dilakukannya, hanya untuk kebaikan seseorang. Dia tak pernah memikirkan dirinya sendiri. Dia selalu membahagiakan orang lain tapi tak menghiraukan kebahagiaannya sendiri. Aku sebenarnya tidak suka orang-orang yang berprinsip seperti itu. Hidup hanya sekali. Kenapa dengan hidup yang sesingkat ini harus diisi dengan penderitaan dan kesedihan? Hidup memang untuk menghadapi masalah. Tak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak memiliki masalah. Tapi setidaknya seseorang memandang masalah itu dari sudut pandang yang berbeda, dan menghadapinya dengan cara pandang yang juga berbeda.

Tapi sudahlah, semua sudah berlalu. Tak ada gunanya membahas sesuatu yang telah berlalu. Aku harus bisa melupakannya. Walau terasa sulit bagiku, tapi aku harus berusaha. Berusaha melakukannya demi kebahagiaannya, kebahagiaanku, dan kebahagiaan semua orang.

Categories: Love Tags:

Sepi dan Sendiri

Sepi dan Sendiri…

Kenapa aku harus merasakan sepi dan sendiri kalau aku tidak merasakan itu? Sesungguhnya aku memang tidak merasakan kesepian dan kesendirian itu, tapi dalam hati aku sangat merasakannya, lebih dari apapun.

Sesuatu telah pergi dari hidupku. Sesuatu yang aku anggap sebagai pelengkap hidupku.

Tapi aku tahu, aku tidak boleh egois. Semua ada batasnya sendiri-sendiri. Apapun yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa untukku, harus aku terima dengan lapang dada dengan tulus dan ikhlas. Malahan, aku harus bersyukur dengan anugerah itu. Dia dikirim olehNya untukku, untuk menemaniku ketika aku merasa sepi, untuk memberiku semangat atas apa yang aku lakukan dan belum terselesaikan, untuk menghiburku ketika aku mendapat cobaan, untuk membimbingku menjadi manusia yang lebih baik lagi, dan untuk segalanya.

Namun, ketika seseorang itu harus pergi dan tak bisa lagi memberi apapun yang masih aku butuhkan, aku bisa apa? Aku hanya bisa bersedih, walaupun mengingat dan mengenang kembali keberadaannya dulu tak banyak membantu. Aku sangat merindukannya. Apa yang sedang dilakukannya sekarang?

Walaupun dia hanyalah berpredikat sekunder bagiku, tapi kehadirannya dalam hidupku benar-benar melebihi segalanya dari apapun juga. Aku seharusnya salah, dan yang pantas disalahkan atas kepergiannya itu adalah aku. Aku tak seharusnya bersedih, karena harusnya aku tahu, semua yang telah aku lakukan itu pasti akan membawa akibat. Entah akibat buruk ataukah baik. Tapi nyatanya, akibat yang aku alami sekarang adalah akibat buruk. Tiap malam aku selalu tersiksa. Terlebih ketika bayangan-bayangan tentangnya kembali muncul. Rasanya aku juga ingin pergi, kemanapun, sampai aku bisa menemukannya.

Menemukan kembali potongan hidupku yang pernah hilang..

Categories: Love Tags:

Kehilangan dan Kebencian

Apa yang harus aku lakukan jika rasa kehilangan dan benci menjadi satu dalam diriku? Aku merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku merasakan bahwa cinta ini membunuhku. Aku kehilangan cinta itu tapi aku tak ingin merasakan pedihnya kehilangan. Aku ingin membenci tapi aku tak ingin merasakan sakitnya rasa benci. Hatiku terlalu rapuh untuk melakukan itu semua.

Aku hanya berharap jika suatu saat nanti aku memiliki kehidupan kedua, aku ingin meraih apa yang tidak bisa aku raih di kehidupanku yang sebelumnya.

Aku percaya kehidupan itu pasti ada. Tidak hanya untukku, tapi juga untuk siapapun. Kalau kita percaya akan sesuatu hal yang rasanya mustahil, niscaya kemustahilan itu akan menjadi suatu kenyataan.

Categories: Love Tags:

Halloween

Setiap tanggal 31 Oktober, sebagian besar bangsa-bangsa di Barat selalu merayakannya dengan mengenakan berbagai macam kostum yang serbaaneh. Tradisi perayaan ini seringkali disebut sebagai Halloween. Di Amerika, Halloween biasanya diramaikan oleh anak-anak dengan meminta permen dan berkeliling dari rumah ke rumah sambil mengucapkan, “Trick or Treat!” (beri kami (permen) atau kami jahili). Sedangkan bagi orang dewasa, perayaan Halloween berarti saatnya untuk berpesta kostum. Kostum yang dimaksud adalah kostum-kostum yang melambangkan kematian, seperti vampir, mumi, zombie, dan lain-lain. Selain itu, Halloween juga identik dengan setan, hantu goblin, tukang sihir, dan makhluk-makhluk menyeramkan lain dari kebudayaan Barat.

Tapi mengapa setiap perayaan ini dilakukan, masyarakat selalu mengenakan kostum yang berhubungan dengan kematian? Tidak bisakah sekali waktu Halloween dirayakan dengan tidak memakai pakaian seperti itu? Dan bagaimana bisa terjadi Halloween setiap tanggal 31 Oktober?

Perayaan Halloween yang seperti kita kenal sekarang bermula dari bangsa Celtic (bangsa yang hidup sekitar 2000 tahun yang lalu di Inggris, Wales, Scotlandia, Irlandia, dan Perancis Utara), yang selalu mengadakan pesta bukan pada akhir Oktober saja, melainkan hampir pada setiap akhir bulan. Halloween selalu jatuh pada tanggal 31 Oktober, karena pesta yang biasa disebut “All Saints” atau “All Hallow” atau “All Hallows Eve” (asal mula kata Halloween yang juga berarti malam pensucian) ini jatuh pada tanggal 1 November, dimana pada hari itu adalah sebuah hari peringatan untuk menghormati orang suci bagi umat Kristiani (All Saints Day). Tanggal 1 November juga menandai Samhain, yaitu dimulainya musim dingin bangsa Celtic. Samhain, yang namanya dipakai sebagai nama perayaan, adalah dewa kematian bangsa Celtic, dimana nama itu secara harafiah berarti “akhir musim panas”. Karena musim dingin adalah masa-masa dingin, kegelapan, dan kematian, maka bangsa Celtic kemudian menghubungkannya dengan kematian manusia. Malam menjelang Samhain, yaitu tanggal 31 Oktober, adalah saat kurban kafir bangsa Celtic, dan Samhain mengijinkan jiwa-jiwa orang mati untuk kembali ke rumah-rumah duniawi mereka pada malam ini. Setan-setan, hantu, roh, dan tukang sihir datang untuk mencelakai manusia, khususnya bagi orang-orang yang pernah menyakiti mereka semasa mereka masih hidup. Kucing, juga dianggap keramat sebab dianggap dulunya mereka adalah manusia yang dikutuk sebagai hukuman atas perbuatan-perbuatan jahat mereka semasa di dunia.

Kelompok-kelompok etnis yang berbeda masing-masing memiliki adat mereka sendiri yang berbaur dengan perayaan. Di Irlandia, orang mengadakan suatu arak-arakan demi menghormati dewa Muck Olla. Mereka mengikuti sang pemimpin yang mengenakan jubah putih dengan topeng dari kepala binatang dan minta sedekah makanan. Negara ini juga merupakan negara tempat dimana dongeng ‘jack-o’-lantern‘ berasal, yaitu seseorang bernama Jack yang tak dapat masuk ke surga karena kikir, namun juga tak dapat masuk ke neraka karena ia sering melontarkan lelucon untuk mengolok-olok iblis, sehingga ia dihukum untuk berjalan mengelilingi dunia dengan lenteranya sampai Hari Penghakiman tiba.

Di Scotlandia, orang-orang berjalan menyusuri padang dan desa-desa dengan membawa suluh dan menyalakan api unggun guna menghalau tukang sihir dan roh-roh jahat.

Sementara di Wales, setiap orang meletakkan suatu batu yang telah ditandai pada api unggun yang sangat besar. Jika batu miliknya tak dapat diketemukan kembali keesokan paginya, maka pastilah orang itu akan mati dalam tahun itu.

Romawi Kuno

Di samping tradisi Celtic yang telah ada, penjajah Romawi yang berkuasa atas Inggris pada tahun 43 Masehi, membawa serta dua perayaan kafir lainnya, yaitu Feralia, yang dirayakan di penghujung bulan Oktober demi menghormati mereka yang telah meninggal dunia; dan suatu perayaan pada musim gugur demi menghormati Pomona, dewi buah-buahan dan pepohonan. Dan kemungkinan, melalui perayaan inilah, buah apel kemudian dihubungkan dengan perayaan Halloween. Unsur-unsur perayaan Romawi ini dipadukan dengan perayaan Samhain bangsa Celtic.

Pemakaian kostum pada hari Halloween mulai popular di kalangan masyarakat Perancis sekitar abad 14-15. Saat itu benua Eropa dilanda wabah penyakit pes. Hampir separuh dari rakyat Eropa mati karena bencana ini. Para seniman kala itu melukiskan semua ini pada setiap dinding kuburan tempat orang-orang yang mati tersebut dikuburkan. Gambar yang paling popular melukiskan setan yang memimpin orang-orang yang sudah meninggal ini menuju makam mereka. Terkadang mereka juga melukiskan kisah ini dalam bentuk tarian, dimana para penarinya mengenakan kostum seperti orang mati. Orang Perancis merayakan pesta kostum ini bukan pada hari Halloween seperti yang dilakukan oleh orang Irlandia, melainkan pada hari pensucian jiwa (All Soul’s Day, menurut umat Kristiani). Dua tradisi ini kemudian masuk ke Amerika pada abad ke-18, dimana banyak orang Perancis yang menikah dengan orang Irlandia dan lahirlah tradisi mengenakan kostum orang mati di hari Halloween.

Selain akrab dengan kostum orang mati, perayaan roh, dan kata-kata “Trick or Treat!” oleh anak-anak agar mendapatkan permen, Halloween juga memiliki satu atribut yang tak terlupakan, yaitu labu. Meskipun saat ini sudah banyak atribut-atribut Halloween yang berwarna selain warna hitam dan orange, namun kedua warna itu masih dianggap sebagai warna tradisional Halloween. Sedangkan labu yang merupakan hasil panen saat musim gugur di benua Amerika dan Eropa yang notabene-nya adalah benua beriklim sejuk sering dijadikan simbol Halloween, begitu pula dengan orang-orangan sawah sebagai penjaga hasil panen.

Simbol Halloween yang dimengerti secara universal adalah labu yang diukir membentuk wajah menyeramkan yang diberi nama Jack-o’-lantern. Agar kelihatan lebih seram, lentera Jack-o’-lantern biasanya diletakkan di tempat gelap, karena di dalam labu diletakkan lilin menyala atau lampu. Tradisi membuat lentera Jack-o’-lantern ini berasal dari Amerika Utara yang banyak menghasilkan labu berukuran besar yang mudah diukir.

Sumber dan Foto: dari berbagai sumber

Categories: Knowledge, Party Tags: , , , , ,

Never Give Up

“Never Give Up!”

Tiga patah kalimat yang selalu terlontar dari mulut orang-orang di sekitarku, yang sering melihatku terpuruk, yang sering melihatku kehilangan semangat dan rasa kepercayaan diri. Aku tahu, aku memang mudah sekali down dan kehilangan semangat. Saat sesuatu yang aku harapkan sebagai pengharapan terbesarku (seolah) meninggalkanku, maka bagiku (setidaknya dalam benakku) sudah tak ada lagi penyemangat yang bisa menuntunku untuk meniti sebuah kehidupan.

Seseorang itu, penyemangatku, memang belum benar-benar pergi dariku. Tapi, suatu saat nanti, siapa tahu..? Hanya itu yang aku takutkan. Aku (setidaknya untuk saat ini) benar-benar sedang membutuhkan dukungan spiritual..

Patah semangat, itu mungkin sekali terjadi padaku. Sehingga, kata-kata “never give up” dari seseorang yang sangat aku harapkan, begitu kubutuhkan. Namun, apabila seseorang itu sudah tidak peduli lagi padaku, apa yang bisa aku perbuat? Semuanya masih akan terus berjalan dan hidupku masih harus terus berlanjut. Apapun yang telah aku mulai, harus aku akhiri juga. Tapi entah sampai kapan.

Melanjutkan hidup memang harus aku lakukan. Dan, aku memang belum ingin berhenti untuk meniti hidupku. Hanya saja, aku membutuhkan semangat itu untuk satu misi ini. Walaupun mungkin aku sudah tidak lagi memiliki penyemangat itu, aku tetap harus berjalan di jalanku dan melihat apa yang ada di hadapanku, tanpa harus menoleh ke belakang lagi.

Categories: Life Tags:

Keinginan Terbesar

Ketika seseorang ditanya oleh seseorang yang lain tentang apa keinginan terbesanya, maka (dan seringnya) seseorang itu akan menjawab, “Keinginan terbesarku adalah menjadi orang sukses”.

Yaa.. aku pun demikian. Aku juga ingin menjadi orang sukses, dimana pun itu. Namun, sadarkah orang-orang itu bahwa untuk mencapai sebuah keinginan harus diimbangi dengan usaha yang nggak bisa dibilang mudah?

Siapapun orangnya, termasuk juga aku, akan segera sadar bahwa dibalik kesuksesan selalu ada sesuatu yang dikorbankan. Ibarat istilah, “tak ada gading yang tak retak”. Tak ada manusia yang sempurna. Sama halnya, bahwa tak ada keberhasilan tanpa pengorbanan. Pengorbanan itulah yang disebut usaha. Semakin besar usaha yang dijalani, maka semakin besar pula keberhasilan yang akan didapat.

Walaupun aku hanya tahu sekelumit kehidupan yang berhubungan dengan keberhasilan, usaha, dan pengorbanan, setidaknya aku pernah mengalami dua dari ketiga hal itu: usaha dan pengorbanan.

Berbagai macam usaha dan pengorbanan telah aku lakukan agar aku bisa meraih sesuatu yang telah menjadi impian aku. Aku tidak menuntut suatu keberhasilan besar. Aku hanya menginginkan hidupku terasa “sempurna”. Sempurna yang aku maksud adalah sempurna dalam sudut pandangku. Karena aku tahu, yang dimaksud dengan sempurna bagi orang-orang kebanyakan adalah sempurna yang benar-benar sempurna.

Entah sudah berapa banyak airmata yang aku keluarkan ketika aku harus melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan, dimana aku harus mengambil suatu keputusan yang tidak pernah bisa aku lakukan sebelumnya. Keputusan yang sulit, keadaan yang sulit, posisi yang sulit, dan waktu yang juga sulit. Tapi aku harus, karena aku tidak mungkin melakukan semuanya bersamaan.

Tapi aku sadar, dibalik semua itu pasti ada hikmah yang bisa aku petik. Manusia hidup di bumi akan selalu dihadapkan dengan pilihan-pilihan, dimana manusia-manusia itu harus berani mengambil suatu keputusan demi kelangsungan hidupnya di masa depan untuk mengubah nasibnya. Karena Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang apabila seseorang itu tidak berkenan untuk mengubah nasibnya sendiri.

Categories: Life Tags: , ,