Archive

Archive for April, 2008

Perbedaan Itu

Manusia hidup di dunia tidak pernah lepas dari yang namanya perbedaan. Perbedaan itu adalah sesuatu yang unik, yang bisa membuat diri kita terlihat spesifik dibanding orang lain. Karenya, setiap orang memiliki ragam perbedaan itu. Tak seorang pun tidak memiliki perbedaan, walau mungkin perbedaan itu hanya satu macam. Dua orang kembar pun memiliki sebuah pembeda diantara keduanya.

Aku tidak semata-mata membicarakan perbedaan demi perbedaan itu, jika tak ada sesuatu yang terjadi padaku. Banyak yang terjadi padaku sejak beberapa hari ini. Kejadian demi kejadian selalu mewarnai hari-hariku, membuatnya menjadi lebih berwarna. Namun, aku melihat semua itu sebagai suatu pelajaran yang harus aku ambil hikmahnya, dan kuanggap sebagai sesuatu yang “fun“. Membuatnya seperti itu tidak mungkin membuatku stress yang berkepanjangan. Kadang aku terlalu membuat pusing masalah-masalah yang sebenarnya tidak terlalu berat dan masih bisa dicari solusinya. Tapi selama ini, aku terlalu membesar-besarkan masalah yang sebenarnya tidak terlalu besar. Untuk itu, aku merasakan sekarang aku berbeda dari aku yang dulu. Aku yang sekarang lebih bisa rileks dalam menghadapi sesuatu. Aku jadi tahu perbedaanku yang dulu dan sekarang. Mungkin benar apabila seseorang mengatakan bahwa mencari solusi suatu masalah harus dengan kepala dingin agar semua ketegangan bisa mencair. Hmm, kini aku percaya itu. Memang sih, bicara tanpa adanya pembuktian itu susah untuk membuat seseorang yakin.

Manusia hidup di dunia tak ada yang tak diberi masalah. Satu masalah bisa membuat seseorang berkembang dan jadi lebih mengerti apa arti hidup sebenarnya. Tanpa masalah, orang tak akan bisa berkembang. Artinya, kita musti bersyukur kepada Tuhan jika kita diberi masalah, karena menunjukkan Dia masih menyayangi kita. Dan yang terpenting, tak ada masalah yang tak ada jalan keluarnya. Selalu ada jalan keluar untuk satu masalah.

Categories: Life Tags: ,

The New Me

Aku merasakan bahwa aku memasuki kehidupan yang baru sekarang. Bukan karena apa-apa, tapi karena aku sekarang memiliki semangat baru dalam menjalani hidupku. Semuanya terasa begitu menjanjikan buatku.

Aku memang nggak boleh terlalu senang dulu dengan apa yang ada di hadapanku saat ini, karena mungkin saja semuanya bisa berubah suatu saat nanti. Namun setidaknya, aku memiliki satu mimpi dan harapan atas itu.

Semua masalah, sudah aku lalui dengan sukses, tanpa airmata (setidaknya untuk masalah ini). Seperti apa yang sudah aku janjikan pada diriku sendiri. Aku sangat senang dengan itu. Karena artinya, aku sudah bisa memenuhi janjiku sendiri. Selama ini, aku selalu lalai akan tugas yang telah aku janjikan akan aku selesaikan secepatnya. For Your Information, aku orangnya gampang berubah-ubah alias nggak stabil. Mood aku nggak teratur. Kadang merasa seperti ini, kadang merasa seperti itu. Sehingga, dalam melakukan suatu hal, aku sering nggak konsen dengan apa yang sedang aku lakukan saat itu. Sungguh suatu sifat yang nggak baik, yah?? Tapi mau gimana lagi? Ya itulah aku..! Aku tidak bisa membedakan antara komitmen dengan janji. Namun yang aku tahu hanyalah, janji tetap janji, dan bagaimanapun juga janji harus ditepati.

Karena janji adalah hutang..

Categories: Love Tags:

Hidupku

Aku heran, kenapa hidupku selalu dipenuhi dengan hal-hal yang tidak aku suka? Kenapa aku tidak bisa menjadi seperti orang lain yang selalu bahagia dengan hidupnya? Mungkin, orang-orang itu juga sama sepertiku. Kadang merasakan susah, kadang juga bahagia. Tapi aku pikir, hidupku lebih banyak nggak bahagianya daripada bahagia. Aku bukannya tidak bersyukur atas apa yang telah diberikan padaku. Aku bersyukur sekali dengan apa yang aku miliki sekarang, tapi apa salahnya aku meminta sesuatu yang lebih baik? Aku ingin menjadi orang lain yang tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Aku ingin menjadi seseorang yang ‘benar-benar’ baru, dengan kehidupan yang juga baru.

Entah apa yang ada di pikiranku hingga aku berkata seperti ini. Tapi, aku seperti merasakan sesuatu yang lain dalam hatiku. Bukan masalah cinta seperti yang biasa aku tulis, tapi ini tentang kehidupanku. Kehidupan yang aku rasakan dari dulu tidak pernah berubah. Kehidupan yang selalu membuatku tidak nyaman berada di rumahku sendiri.

Aku sering bermimpi bahwa aku bisa hidup mandiri, dimana aku melakukan semuanya seorang diri. Kalau memang seperti itu adanya, aku mungkin nggak akan bicara seperti ini. Aku hanya menginginkan sebuah kebebasan. Yah, hanya sebuah. Apakah itu sungguh-sungguh berat untuk bisa terkabul?

Kini, semuanya harus aku lalui. Aku tak mungkin bisa mengingkari atas apa yang telah menjadi takdirku. Tapi aku berjanji untuk bisa mengubah semuanya menjadi lebih baik lagi, semampuku. Karena aku tahu, aku tak mungkin hidup seperti ini terus selamanya. Harus ada sesuatu yang berubah. Apapun itu.

Categories: Life Tags:

Perasaan Lega

Aku telah mendapatkan jawaban atas pertanyaan dan tindakan yang aku lakukan beberapa hari yang lalu. Aku lega karena aku telah melakukan hal yang benar dan seharusnya. Memang, semua hal yang berhubungan dengan kenyataan itu tak selamanya sama dengan harapan. Dan seringnya, kenyataan tidak sejalan dengan harapan. Walau menyakitkan, tetap harus dijalani. Masalah tidak seharusnya dihindari, tapi dihadapi. Menghindar dari masalah adalah ciri orang pengecut. Dan aku bukan pengecut.

Setelah masalah-masalah itu teratasi, seseorang akan menjadi seseorang lain yang lebih tegar dan lebih dewasa daripada sebelumnya. Karena manusia memang diberi masalah untuk dihadapi agar manusia itu menjadi sosok yang lebih sempurna, terutama dalam menjalani hidup. Begitu pun aku.

Aku tidak begitu pandai mengatasi masalah-masalahku sendiri. Aku selalu membutuhkan orang lain untuk membantuku. Ketika aku menemukan seseorang yang bersedia membantuku, aku bisa menyelesaikan masalahku, dan membuat diriku lebih baik daripada sebelumnya. Aku sungguh bersyukur. Ternyata, menjadi satu sosok yang lebih baik, lebih susah dari apapun juga. Aku tidak menyangka, karena baru kali ini aku mengalaminya.

Tentunya, tak hanya kali ini saja aku mendapat masalah. Masih ada masalah-masalah lain yang telah menantiku di depan. Mulai detik ini, aku harus lebih mempersiapkan diriku dengan matang. Karena aku yakin, seiring bertambahnya umurku, masalah yang akan aku hadapi akan semakin kompleks. Saat itulah, aku akan menjadi wanita yang lebih matang dan lebih tegas ketika menghadapi sesuatu. Semoga!

Categories: Life Tags:

Hanya Sebuah Rasa

Aku sungguh bingung dan benar-benar tidak tahu apakah yang aku lakukan ini benar atau salah. Yang aku tahu hanyalah, aku melakukan sesuatu hal yang seharusnya. Sebenarnya, aku sudah melakukan ini sejak dulu, sebelum semuanya terlambat. Kini, semuanya sudah terlambat bagiku. Tapi aku yakin, meski sudah terlambat pun, selalu masih ada waktu untuk berbenah. Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki suatu kesalahan.

Aku hanya tidak ingin mengecewakan seseorang yang telah begitu banyak memberiku cinta dan kasih sayang. Selama ini, aku merasa berdosa padanya. Aku hanya ingin kembali menjadi diriku yang dulu.

Entah apa yang terjadi padaku hingga aku menjadi seperti itu. Mungkin aku mengalami trauma berkepanjangan yang entah sampai kapan akan berakhir. Aku kecewa dan berkali-kali dikecewakan ketika aku masih memiliki berjuta kata cinta dan kesetiaan. Dan, ketika aku lepas dari cengekeraman itu, aku tumbuh menjadi seseorang yang lain. Seseorang yang aku sendiri pun tidak tahu apa sebenarnya itu. Aku sendiri sampai hampir-hampir tidak mengenali diriku sendiri.

Tapi itu dulu dan sudah menjadi masa laluku. Aku ingin menguburnya dalam-dalam. Aku tidak ingin mengingat-ingatnya lagi. Aku ingin lepas dari bayang-bayang masa lalu. Mungkin bagi sebagian orang, masa lalu masih harus terus diingat, setidaknya dijadikan pelajaran untuk masa depan agar menjadi lebih baik lagi. Itu benar, dan aku tidak menyalahkan. Masa lalu memang patut dijadikan cermin masa depan untuk membentuk pribadi yang lebih sempurna. Tapi ada sebagian masa lalu yang bagi sebagian orang juga tidak pantas untuk diingat-ingat lagi apalagi dijadikan cermin masa depan. Terlebih jika masa lalu itu menyisakan luka yang teramat dalam. Semua itu hanya perlu dijadikan pengalaman sebagai guru yang berharga agar tidak terulang lagi untuk yang kedua kalinya, tanpa perlu menjadikannya memorabilia di dalam ingatan.

Kini, aku hanya ingin berkonsentrasi pada apa yang telah aku miliki, menjaga, serta memelihara keutuhannya sebagai harta yang paling berharga dalam hidupku. Menempatkannya sebagai raja pada singgasana paling indah dalam hatiku.

Categories: Love Tags:

Sesuatu yang Membuatku Sadar

Beberapa hari ini, aku baru menyadari bahwa kesalahan-kesalahanku belum seluruhnya tertebus. Bahkan mungkin belum satu pun. Aku baru menyadarinya ketika aku mengetahui seseorang yang sangat aku inginkan untuk ‘berubah’ ternyata belum juga berubah. Padahal, aku sangat menginginkannya berubah. Berubah dalam artian bukan berubah menjadi lebih buruk, namun sebaliknya. Aku menginginkannya berubah menjadi seseorang yang baru, yang memiliki kehidupan yang teramat indah, berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Aku harus bagaimana?

Aku sangat menyayanginya, bahkan teramat menyayanginya. Untuk itulah, aku menginginkan sesuatu yang terbaik untuknya. Namun tampaknya, dia belum juga mengerti apa yang kumaksud. Aku tahu.. sangat-sangat tahu apa yang diinginkannya dariku. Tapi, aku tidak bisa memenuhinya. Tidak bisa memenuhi harapannya. Terlalu banyak rintangan yang harus aku lalui untuk memenuhi harapan-harapan itu, dan aku tahu, aku takkan mungkin sanggup melaluinya.

Beberapa tahun yang lalu, aku sudah pernah mencoba untuk melalui berbagai macam rintangan yang aku pikir akan menghalangi hubungan cintaku dengan seseorang yang aku sayang. Namun ternyata, sekeras apapun aku bertahan, sekuat apapun aku berontak, hasilnya selalu sia-sia. Berbagai macam cara juga telah aku lakukan untuk mempertahankan cinta itu. Apapun telah aku lakukan. Semua telah aku usahakan. Tapi coba lihat, tak satu pun bisa aku dapat. Nihil! Tak satu pun dari usaha-usaha itu membuahkan hasil. Yang ada hanyalah rasa sesal berkepanjangan yang tiada pernah ada kata akhir. Hanya tangis, penderitaan, dan trauma yang hingga saat ini masih bersemayam di dalam lubuk hatiku.

Untuk itu, aku sekarang berani mengatakan bahwa, “Aku capek menjalani hubungan cinta yang terlalu banyak rintangan!”.

Bukannya aku tidak mau menghadapi masalah. Aku mau, tapi ada saat-saat tertentu dimana aku tidak ingin mengulang masa lalu yang terlalu banyak menguras airmata. Airmataku sudah kering. Aku sudah terlalu sering menangis. Dan aku tidak ingin menangis lagi untuk hal-hal yang sama, yang sudah tidak ingin aku ingat-ingat lagi, yang sebenarnya sudah aku kubur untuk selamanya.

Sama halnya dengan saat ini. Saat dimana aku dicintai oleh seseorang yang sebenarnya tidak pernah aku harapkan untuk mencintaiku. Aku hanya ingin membantunya dengan tulus dan ikhlas, namun kenapa dia justru mencintaiku? Kenapa dia harus mencintaiku? Kenapa rasa cinta itu harus ada? Dan parahnya, kenapa rasa cinta itu harus ada diantara kami?

Aku sungguh bodoh. Kebodohan yang sampai saat ini tidak henti-hentinya aku sesali. Kebodohan yang membawaku jatuh ke dalam lubang teramat dalam tiada berdasar. Angan yang dimilikinya tentangku, aku pikir, sudah teramat jauh yang aku pikir sudah tidak wajar. Sungguh tidak wajar, karena aku tahu, aku tidak mungkin bisa menjadi apa yang diangankannya. Tidak bisa!

Aku sudah mengatakannya, aku capek menjalani hubungan cinta tak berujung pangkal seperti yang sudah-sudah. Aku hanya ingin hidup normal. Hidup normal dengan hubungan cinta yang juga normal.

Cinta ini, cintaku dan dia, tidak terjadi di alam nyata. Mungkin semua terasa begitu nyata, namun sebenarnya tak nyata. Aku belum pernah bertemu dan bertatap muka langsung dengannya. Tapi, aku sudah seperti bertemu langsung dengannya. Bagiku, semuanya sangatlah nyata. Tapi, aku tidak boleh lupa bahwa aku juga memiliki kehidupan nyata dan seseorang yang lain yang juga mencintai dan menyayangiku dengan sungguh-sungguh, dengan tulus dan ikhlas. Aku juga memiliki perasaan yang sama seperti yang dirasakannya terhadapku. Dan untuk itu, aku tidak ingin mengecewakannya. Aku tidak ingin membuatnya merasa lain ketika bersamaku, merasa lain seperti bukan aku yang biasanya. Aku ingin menjadi diriku yang biasa di hadapannya. Aku ingin mulai belajar menyayangi dan mencintainya lagi seperti dulu, seperti ketika aku belum bertemu dengan someone teristimewa dari alam tak nyata.

Seperti yang sudah pernah aku bilang, aku selalu tidak siap menghadapi kenyataan. Menghadapi kenyataan ketika aku pikir kenyataan itu teramat sulit untuk kuterima. Teramat sulit kuterima karena perasaannya terhadapku sudah semakin besar. Aku berjanji untuk selalu ingin membuatnya bahagia, namun ternyata, dia salah persepsi tentang kata bahagia yang aku maksud. Bahagia yang aku maksud itu adalah bahagia tanpa adanya rasa cinta yang terpelihara, dan bukan bahagia yang seperti ini. Tapi ya sudahlah. Semuanya sudah terlambat. Semua sudah terjadi. Susah untuk mengulang dari awal, sementara sang waktu tidak akan pernah berkenan untuk mundur. Yang ada sekarang, hanyalah bagaimana semuanya bisa teratasi dengan baik tanpa ada airmata lagi untuk yang kedua kalinya. Aku ingin, baik aku maupun dia, bisa memandang semua masalah ini dari sudut pandang yang berbeda. Bukan dari sudut pandang cinta yang biasa dilakukan oleh dua insan yang sedang jatuh cinta. Karena apabila, aku ataupun dia, melihatnya dari sudut pandang itu, tentu akan sangat menyakitkan. Aku sangat yakin itu.

Tuhan, tolong aku..

Aku harap, semuanya akan berjalan seperti yang aku inginkan. Aku hanya ingin membuat semua keadaan ini baik-baik saja, bukan hanya untukku, tapi juga untuk orang lain.

Semoga..

Categories: Love Tags:

Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle) merupakan sebuah wilayah lautan di Samudera Atlantik seluas 1,5 jutaSegitiga Bermuda mil² atau 4 juta km² yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, yang merupakan wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara; Puerto Riko yang merupakan teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan; dan Miami yang merupakan negara bagian Florida, Amerika Serikat, sebagai titik di sebelah barat.

Garis yang membentang dari Bermuda – Puerto Riko – Florida – dan kembali ke Bermuda lagi itu seringkali disebut sebagai “segitiga setan”. Anggapan itu muncul ketika diketahui kapal-kapal besar yang sedang berlayar tiba-tiba saja raib tanpa meninggalkan jejak. Pesawat-pesawat yang sedang mengudara, bahkan pesawat-pesawat tempur dengan pilot-pilot yang terlatih dan berpengalaman, juga mendadak lenyap. Demikian juga dengan pesawat penyelamat yang dikirimkan, yang juga ikut raib. Selain itu, arah jarum kompas berputar tak beraturan setiap kali melintasi daerah ini. Hubungan radio pun terputus dengan tiba-tiba, walau cuaca sedang dalam keadaan cerah. Hingga saat ini, kejadian-kejadian misterius di kawasan Segitiga Bermuda masih terus berlanjut.

Cerita bermula dari pelayaran yang dilakukan Christopher Columbus ketika melintasi area Segitiga Bermuda, dimana pada saat itu salah seorang awak kapalnya mengatakan bahwa dirinya melihat secercah cahaya aneh yang berkilauan di cakrawala. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area.

Menurut catatan kebaharian, peristiwa terbesar yang pernah terjadi di wilayah ini adalah lenyapnya sebuah kapal berbendera Inggris, Atlanta, pada tahun 1880. Kapal itu meninggalkan Bermuda pada bulan Januari menuju Inggris. Kapal yang ditumpangi tiga ratus kadet dan perwira AL Inggris itu raib disana dan tidak pernah terlihat lagi. Bahkan pecahan-pecahan kapal, sekoci, ataupun tiang kapal, tidak ditemukan.

Kapal-kapal yang HilangSebelumnya, hal tragis juga dialami oleh empat kapal Angkatan Laut milik Amerika yang hilang tanpa penjelasan antara tahun 1781 dan tahun 1812. Tahun 1840, kapal besar berbendera Perancis, Rosalie, ditemukan terlantar dekat Nassau dengan layar-layar masih terpasang, muatan barang masih utuh, dan keadaan di dalam kapal masih teratur. Bella, kapal yang ditinggalkan secara misterius, ditemukan pada tahun 1854. Lotta, kapal milik Swedia bertiang layar empat, lenyap dekat Haiti pada tahun 1866. Disusul dua tahun kemudian oleh Viego, sebuah kapal dagang milik Spanyol.

Kemudian, pada tahun 1884, Miramon, kapal layar Italia bertiang dua yang menuju New Orleans, diam-diam meluncur ke dalam perangkap. Sama halnya dengan kapal Jerman bertiang empat, Freya, yang ditemukan terlantar pada tahun 1902.

Cyclops, kapal pertama yang diperlengkapi dengan radio, kapal pengangkut batubara yang panjangnya 346 meter, berlayar dari Barbados menuju Baltimore dengan 345 orang hilang dan tidak diketemukan rimbanya. Yang lebih seram lagi terjadi pada tahun 1941, yaitu peristiwa lenyapnya dua kapal seangkatannya, Proteus dan Nereus, dengan rute yang hampir identik.

Selain itu, masih banyak lagi kapal dan pesawat lain yang mengalami kecelakaan-kecelakaan beruntun diPesawat-pesawat yang Hilang kawasan Bermuda dan tidak diketemukan lagi setelahnya.

Sebenarnya tempat misteri yang disebut-sebut sebagai “segitiga iblis” ini tak bisa dikatakan sebagai segitiga yang benar-benar iblis atau segitiga yang benar-benar mengerikan. Hal ini dikarenakan batas-batas dari petunjuk kapal-kapal atau pesawat terbang yang hilang di luar bentuk segitiga itu. Dari berbagai kesimpulan, jarum kompas dan peralatan pesawat yang akan hilang selalu mendapat gangguan dan mereka seperti tak melihat air, sehingga dari gejala ini disimpulkan bahwa di dasar laut bermuda itu tentunya terdapat sebuah medan magnetik yang sangat kuat, dimana medan tersebut sanggup mengganggu kompas atau menarik kapal yang melintas sampai ke dasar laut yang dalam.

Cerita tentang segitiga bermuda tak akan pernah selesai, karena hingga sekarang, kawasan ini masih merupakan misteri bagi semua orang. Tak ada yang tahu apa yang sebenarnya tersimpan di sekitar kawasan itu atau apa yang ada di kawasan itu, hingga begitu banyak memakan korban dan berbagai macam peristiwa-peristiwa ganjil yang tak dapat dijelaskan, yang terjadi sejak pertengahan abad ke 19.

Di tempat ini juga dikabarkan sering terlihat benda-benda angkasa luar, meteor, atau bintang jatuh, bahkanMeteor ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa sering terlihat UFO yang berlalu-lalang di tempat tersebut.

Seorang ahli sejarah berkebangsaan Jerman, Dr. Michael Preisinger, mengatakan bahwa ada kemungkinan wilayah segitiga bermuda tersebut merupakan ‘pintu gerbang’ dari alam lubang cacing alam semesta atau yang lebih dikenal dengan sebutan Worm Holes. Para ilmuwan yang diberikan data-data mengenai daya magnetik yang berada di pantai Bermuda tersebut mungkin saja terjadi karena micro-wormholes.

Ada sebuah penjelasan yang mengatakan bahwa peristiwa lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius itu adalah adanya gas methana di wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kalinya pada tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi, Amerika Serikat. Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.

Bermacam-macam teori telah dikemukakan oleh beberapa orang, baik dari kalangan Angkatan Laut, para pilot dan nahkoda, para ahli kelautan, maupun paranormal. Rata-rata dari teori yang dikemukakan itu menyebutkan tentang teori pelengkungan waktu, medan gravitasi terbalik, abrasi atmosfer, teori anomali magnetik-gravitasi. Di samping itu, masih ada teori tentang fenomena gempa laut, serangan gelombang tidal, hingga lubang hitam (black hole) yang hanya terjadi di luar angkasa. Serta ada juga yang menghubungkannya dengan UFO dan menghilangnya Benua Atlantis.

Dari sekian banyak konsep dan teori yang berusaha menjelaskan fenomena alam itu, Lawrence David Kusche justru memberikan penjelasan kontroversial. Dalam bukunya yang berjudul “The Bermuda Triangle Mystery Solve” (1975), Kusche mematahkan semua anggapan dan teori spekulasi yang ditujukan terhadap Segitiga Bermuda. Ia lebih menganggap peristiwa yang terjadi di sekitar kawasan itu terlalu dibesar-besarkan.

Beberapa anggapan yang dikemukakannya adalah kapal-kapal dan pesawat terbang yang dilaporkan hilang di daerah tersebut tidak begitu besar secara signifikan bila dibandingkan dengan yang terjadi di belahan samudera lainnya. Ia menyatakan bahwa di dalam daerah yang sering mengalami badai tropis, sebagian besar jumlah yang hilang itu tidaklah begitu menyolok ataupun bersifat misterius.

Kusche juga beranggapan bahwa angka-angka yang menunjukkan jumlah korban itu sendiri cenderung membesar-besarkan hasil riset. Misalnya, sebuah kapal boat yang dinyatakan hilang, telah kembali, namun tidak dilaporkan. Ia juga menyindir para penulis yang terlalu membesar-besarkan perihal misteri di kawasan Segitiga Bermuda, walau mungkin data-datanya kurang atau karena salah tafsir demi kepentingan sensasi.

Namun, apapun itu, Segitiga Bermuda tetaplah menjadi misteri bagi semua orang, terutama orang awam yang mempercayai hal-hal magis yang tersimpan di kawasan itu. Walau mungkin, masih ada penjelasan ilmiah yang bisa diungkap perihal segitiga yang menimbulkan berbagai macam pertanyaan besar itu dengan logis tanpa sedikit pun keraguan.

Sumber dan Foto: dari berbagai sumber

Categories: Knowledge Tags:

Senyum di dalam Mimpi

Aku sangat bahagia ketika aku tahu bahwa aku masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki segala kesalahan-kesalahan yang telah aku lakukan di masa lalu. Sekarang, yang bisa aku lakukan adalah, merenungi kesalahan-kesalahan itu dan memikirkan bagaimana cara yang paling tepat untuk tidak mengulanginya lagi. Karenanya, aku tahu bahwa, Tuhan tidak akan memberikan kesempatan ketiga untuk memperbaiki semuanya setelah kesempatan kedua diberikan.

Awalnya, aku menyangka bahwa kesalahan-kesalahanku tak mungkin bisa aku perbaiki. Namun, ternyata aku salah. Semuanya masih mungkin. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Ya, kini aku percaya itu. Aku tahu bahwa aku masih bisa memperbaiki semuanya karena Tuhan masih membantuku dengan mengirimkan padaku seorang “malaikat penolong” yang siap membantuku di saat aku susah dan di saat aku bahagia. Seorang “malaikat penolong” yang tidak pernah aku sangka sebelumnya akan bisa membebaskanku dari segala macam rasa yang membelenggu hidupku. Terima Kasih, Tuhan..!

Kini, hidupku mulai berarti lagi. Bukan karena aku sudah bisa mengambil langkah awal untuk mengembalikan apa yang pernah hilang dariku, tapi juga aku sudah menemukan titik terang akan kesuksesanku meraih gelar S1 dalam studiku. Aku benar-benar bahagia. Di masa depan, aku hanya bisa berharap tidak akan pernah kehilangan semua kebahagiaan ini. Aku hanya berharap, aku tidak akan pernah meneteskan airmata lagi. Dan aku hanya berharap, tidak akan ada lagi hati yang terluka karenaku dan karena cinta yang aku berikan.

Categories: Love Tags:

Bahagia Tanpa Rasa Bahagia

Hari ini, aku merasakan beban yang selama ini memenuhi kapasitas otakku, seakan pergi. Walaupun mungkin belum seluruhnya, setidaknya sebagian telah berhasil kuatasi. Namun beberapa hal lain yang belum sempat kuatasi, semakin merajalela memenuhi otakku. Aku hampir gila memikirkannya. Hampir-hampir aku tidak sanggup untuk mengatasi semuanya. Tapi bagaimana pun juga, aku harus bisa. Ini sudah resiko yang harus aku tanggung. Resiko yang harus aku tanggung, ketika aku memutuskan untuk membagi hatiku dengan yang lain.

Ternyata, aku memang masih harus banyak belajar tentang sesuatu yang berhubungan dengan hati dan perasaan. Tak semua orang memiliki perasaan dan hati yang sama seperti yang aku miliki. Aku harus mulai belajar menerima perbedaan itu. Perbedaan yang baru saja aku benar-benar mengerti artinya.

Semua hal yang telah dilakukan pasti mengandung resiko, entah itu positif ataukah negatif. Namun, satu yang aku tahu bahwa jangan pernah melakukan suatu hal apabila belum memikirkan resiko apa yang akan ditanggung. Seperti apa yang terjadi padaku hari ini dan entah sampai kapan akan menghantui pikiranku, dimana aku telah melakukan sesuatu yang belum pernah aku pikirkan sebelumnya resiko yang akan aku tanggung. Ketika aku sadar apa yang terjadi, semuanya telah terlambat untuk disesali. Sehingga, aku mulai percaya akan sesuatu,

bahwa…

“Tak Selamanya Selingkuh itu Indah”

Categories: Love Tags: