That's Me, That's My Job!
Yippieee..! Akhirnya aku bisa juga mendapatkan pekerjaan itu! Pekerjaan di bidang forwarding yang aku inginkan. Walau tak mudah bagiku untuk mempelajari semuanya, tapi setidaknya sekarang aku sudah punya pekerjaan, dan bukan lagi seorang pengangguran.
Hari pertamaku bekerja disana sangatlah tidak enak. Bukan tidak enak suasananya, tapi karena aku yang belum bisa menyesuaikan diriku dengan keadaan disana. Tentu saja, selama ini aku selalu berkutat dengan dunia pendidikan yang sudah sangat kental dengan tawa canda dan gurauan konyol. Tapi tidak dengan dunia kerja yang kini aku hadapi. Setiap hari selalu saja ada keributan. Keributan-keributan khas dunia kerja yang membuatku bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Aku hanya diam menyaksikan orang-orang itu—yang notabene-nya adalah teman-temanku sendiri—berlalu-lalang kesana-kemari hanya untuk meyakinkan bahwa dokumen-dokumen yang telah dibuat tidak ada yang salah ataupun terselip.
Aku mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa menyesuaikan diri dengan semuanya. Tapi, aku yakin aku pasti bisa melakukannya. Untung saja dalam menjalani proses itu, aku dibantu oleh seorang teman. Dia selalu mengajariku apa-apa yang harus aku lakukan dalam melayani sebuah order atau pesanan. Maklum saja, perusahaanku adalah jenis perusahaan forwarder, dimana sistem kerjanya adalah menerima order dari perusahaan lain yang akan melakukan ekspor ke sebuah negara. Dan, tak hanya satu order saja yang diterima dalam satu hari. Setiap harinya, selalu ada bermacam-macam order yang berasal dari bermacam-macam perusahaan dan yang ditujukan ke berbagai macam negara!
Aku akan menjalani apapun yang aku bisa disana, karena aku tahu aku mampu. Hanya mungkin sekarang aku belum terbiasa. Tapi, beberapa waktu ke depan aku akan bisa menjalankan semua proses kerja itu dengan baik. Because, that’s me and that’s my job!











Komentar Terakhir