Friends One by One
Di setiap seseorang menapaki suasana baru dan tempat baru, kita juga akan bertemu dengan orang-orang baru yang sama sekali berbeda dengan yang kita temui setiap harinya. Begitu pula yang aku alami sekarang. Di tempat kerja, aku juga bertemu dengan orang-orang baru yang akan aku temui setiap hari.
Awalnya, aku tidak berminat untuk berkenalan dengan orang-orang baru di tempat kerjaku, karena yang ada di pikiranku saat itu adalah: walaupun aku berkenalan dengan mereka, hal itu tidak mengubah pemikiranku tentang perasaan bosan yang hinggap di diriku sejak pertamakali aku menginjakkan kaki di tempat itu.
Tapi, segalanya tiba-tiba saja berubah sejak aku mengenal seseorang bernama Ian disana. Dia mampu menghapuskan segala rasa bosan dan jenuh di tempat itu. Entah apa yang mendorongku untuk ingin mengenalnya. Sejak awal aku bertemu dengannya, aku hanya merasa dia adalah tipe pria yang enak untuk diajak berbagi cerita. Tanpa aku sangka, dia pun juga memiliki pemikiran yang sama denganku.
Hingga sekarang pun, hari-hariku di kantor diisi oleh keceriaan dan senyumnya yang mampu membunuh semua kebosananku. Jikalau pada awalnya aku merasa malas untuk berangkat ke kantor, kini aku merasa sangat bersemangat sekali. Aku seakan tidak ingin meninggalkan semua keceriaan ini. Dan aku ingin, semuanya tetap seperti ini.
Walau seakan ada sebuah jarak diantara aku dan dia, aku tak merasakan jarak itu. Jarak boleh terbentang luas di hadapan kami, tapi aku masih bisa melihatnya dengan jelas di hadapanku. Itulah mengapa, aku seakan tak merasakan jarak yang membentang luas itu. Aku hanya merasakan kehadirannya sebagai seorang teman, dan tak lebih dari itu. Seorang teman dekat yang mampu membunuh rasa bosan dan jenuhku di kantor yang sekarang menjadi hari-hari kehidupanku.











Komentar Terakhir