Archive

Archive for December, 2008

Re-Sign

Satu prahara mengusik ketenangan rumah tanggaku, saat aku tahu bahwa prahara itu muncul bersamaan dengan keputusanku untuk menapaki dunia kerja. Yang aku sesalkan adalah prahara itu terjadi karena kesalahanku sendiri.

Ian..

Nama itu seakan menjadi sesuatu yang mengerikan yang harus aku musnahkan untuk selama-lamanya dari pikiranku. Nama itu jugalah yang membuat semuanya menjadi mimpi buruk di bulan-bulan awal pernikahanku.

Jauh di dalam hati aku memaki diriku sendiri, kenapa bisa begitu bodoh tertipu oleh wajah manis seakan tanpa dosa itu?

Berbagai perlakuan kasar dan caci-maki harus aku terima dari suamiku atas perbuatanku. Aku patut menerimanya karena memang aku bersalah. Selain itu, aku pun harus menuruti perintahnya untuk berhenti dari pekerjaanku. Yah, aku re-sign dari pekerjaan yang belum genap tiga bulan aku jalani. Tak hanya itu, aku pun harus merelakan HP-ku disita oleh suamiku dan tidak diperbolehkan untuk menggunakannya lagi—entah sampai berapa lama. Aku sadar aku telah mengecewakannya. Mungkin satu kata maaf saja takkan pernah cukup untuk menghapus kekecewaan dalam hatinya.

Namun, satu janji telah aku tancapkan dalam hatiku bahwa aku takkan mengulangi kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya. Aku takkan jatuh ke dalam lubang yang sama dua kali. Aku benar-benar menyesal. Dan mungkin, penyesalanku takkan bisa terbayar dengan apapun juga.

Categories: Job Tags: , ,

Married

Aku dan suamiku di pesta pernikahan kami

Aku dan suamiku di pesta pernikahan kami

Yah, inilah aku yang pada akhirnya harus mengakhiri masa lajangku dengan menentukan pilihanku pada seorang pria yang selama ini telah menjadi pendamping hidupku dalam suka maupun duka.

Resepsi pernikahan yang diadakan pada tanggal 30 November 2008 (tanggal 1 Besar menurut penanggalan Jawa) itu berlangsung sangat meriah. Aku sungguh-sungguh bahagia dengan pesta pernikahanku.

Hampir seluruhnya dari total 250 undangan yang aku sebar hadir di pesta pernikahan yang bertempat di Gedung Pertemuan “Gita Tamtama” Surabaya itu. Hanya sekitar 25% dari mereka yang aku undang tidak dapat hadir karena memang pada hari itu bertepatan dengan berangkatnya rombongan haji ke tanah suci. Aku bisa memakluminya. Aku hanya meminta doa restu dari mereka-mereka yang telah aku undang. Dan, aku sudah cukup bahagia dengan semua yang telah dianugerahkan Yang Maha Kuasa kepadaku. Aku sangat-sangat bersyukur.

Kini, aku hanya bisa berdoa dan terus berdoa agar kehidupan rumah tanggaku dapat berjalan lancar tanpa suatu hambatan apapun. Aku tahu, manusia hidup untuk menghadapi masalah, untuk itu aku berharap masalah yang akan aku dan suamiku hadapi nanti dapat kami selesaikan dengan baik tanpa ada masalah lain yang timbul.

Categories: Love, Party Tags: , , ,