Birthday
Hari ini adalah hari ultah sahabatku, Dini, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa selain terbaring sakit di rumah. Virus cacar yang menyerangku sejak tujuh hari yang lalu ini telah membuatku tak bisa melakukan aktivitas apapun. Bahkan, ucapan selamat melalui SMS pun tak bisa aku lakukan, karena HP-ku masih dalam “masa penyitaan”. Alhasil, aku hanya terdiam dan terbaring lemah di atas tempat tidur sambil merenung dan menyesali segala sesuatu yang telah terjadi. Aku tak menyangka semuanya akan berdampak seperti ini. Andai saja aku bisa berbicara pada waktu, aku akan meminta padanya agar memutarbalikkan waktu yang aku miliki ke saat-saat dimana aku akan memutuskan untuk bekerja.
Penyesalanku yang lain adalah aku tak bisa menghadiri pesta pernikahan temanku, Dina, yang diselenggarakan pada tanggal 10 Januari lalu karena sakit yang aku derita. Padahal, saat aku menikah, dia datang ke pestaku dengan didampingi tunangannya. Aku benar-benar merasa bersalah. Seharusnya aku juga datang ke acara itu, tapi aku tidak bisa.
Sekarang, yang bisa aku lakukan hanyalah meminta maaf kepada Dina dan mengatakan yang sebenarnya. Semoga saja dia bisa memaklumi dan memaafkanku. The last but not least, untuk Dini:
“Happy Birthday, Din! Semoga apa yang kamu impikan bisa cepat terwujud. Doaku selalu menyertaimu”












Komentar Terakhir