Archive

Archive for April, 2009

Susahnya Hidup Berumahtangga

Awalnya aku berpikir bahwa definisi berumahtangga adalah menikah, mengurus, dan melayani suami. Tapi, ternyata semuanya jauh dari apa yang aku bayangkan. Berbagai macam persoalan datang silih berganti. Berbagai macam perbedaan pendapat masuk di kepalaku setiap hari seolah ada dua kubu yang memaksaku untuk memihak pada salah satunya. Aku baru menikah sekitar lima bulan yang lalu tapi kenapa permasalahan ini datang seakan pernikahanku sudah berumur puluhan tahun?

Aku sering bertanya, apakah permasalahan dalam satu pernikahan itu harus sedemikian pelik? Jika benar, bagaimana tiap-tiap pasangan suami-isteri di luar sana menghadapinya? Aku ingin belajar dari mereka.

Sekarang, aku masih tinggal di rumah orangtuaku, tapi aku merasa seperti berada di rumah orang lain. Buntut-buntutnya, aku seakan terusir dari rumahku sendiri. Aku sudah berusaha untuk tidak merepotkan orangtuaku dengan aku dan suamiku berada di situ. Tapi, sepertinya apa yang aku lakukan tidaklah berguna. Aku tetap saja berperan sebagai ‘manusia terasing’.

Aku sedih.

Kadang aku ingin menangis, kadang aku ingin sendiri. Aku hanya ingin bebas. Aku ingin menapaki hidup ini dengan langkah kakiku sendiri. Aku tidak ingin terus-menerus terpenjara bagai burung di dalam sangkar. Hidup mungkin keras, tapi sekeras apapun itu jika aku melaluinya dengan hati dan jiwa yang bahagia, mungkin hidup tak sekeras kelihatannya.

Categories: Life Tags:

Hidup itu Indah, tapi juga Keras!

MoneyAku tidak pernah memungkiri bahwa hidup itu memang indah, tapi hidup juga selalu menuntut manusia-manusia ini untuk berjuang menggapai mimpi dan harapan. Aku mungkin bekum banyak memakan asam garam kehidupan, tapi cukuplah untuk mengetahui bagaimana kerasnya hidup itu.

Dalam hidup apabila kau tak bisa menghadapi dengan bagaimana seharusnya, maka kau akan kalah. Kalah disini bukan seperti kalah dalam sebuah game atau pertandingan, melainkan kalah dengan kerasnya kehidupan itu sendiri.

Huuh.. aku seringkali menangis tatkala aku melihat suatu kenyataan bahwa aku telah berkali-kali kalah dalam menjalani kehidupanku. Aku tak pandai dalam menyikapi ini semua. Aku tak pandai dalam bersikap bagaimana aku seharusnya bersikap. Karena itulah aku kalah. Dan ternyata, aku menangis, kan? Itulah bukti kekalahanku.

Aku telah berkali-kali berjuang dalam menempuh separuh perjalanan hidupku. Tapi, aku seperti berjalan di tempat. Tuntutan akan suatu kebutuhan telah mengambil sebagian impian yang ingin kuraih. Aku seperti dipaksa untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah lebih banyak daripada yang seharusnya aku dapatkan. Yah mungkin aku memang membutuhkan sepeser uang, tapi aku tak terlalu buta karenanya. Aku sudah merasa cukup dengan apa yang aku dapat sekarang.

Hanya mungkin hidup itu memang harus seperti ini, sehingga siapapun akan berjuang untuk mendapatkan apa yang diinginkan—walau dengan berbagai macam cara.

Prinsipku hanya satu. Tak pernah berhenti berusaha dan berdoa. Rejeki adalah rahasia Tuhan—dimana hal itu berbanding terbalik dengan nasib. Nasib bisa berubah kapan pun kita mau, asalkan ada niat dalam diri kita masing-masing untuk berupaya mengubahnya.

Categories: Job, Life Tags: , , ,

Kenangan Tak Terlupakan

kaulah cerita tertulis dengan pasti

selamanya..

dalam pikiranku..

(Song lyrics by: Peterpan – Walau Habis Terang)

Entah harus berapa lama lagi aku harus bertahan dalam mimpi. Entah harus berapa lama lagi aku bisa melupakan semuanya. Satu hal yang aku takutkan adalah aku terjebak dalam sebuah lingkaran yang menginginkan aku untuk tinggal di sana selamanya. Bayangan itu selalu saja menggangguku. Entah sampai kapan aku akan bertahan dalam keadaan ini. Aku lelah dan ingin berhenti. Berhenti dari semua teka-teki ini. Teka-teki yang selalu mengajakku untuk terjun ke satu masa yang sudah ingin aku kubur dalam-dalam.

Sebagian besar orang berpikir bahwa suatu kenangan tidak akan muncul apabila tidak ada sesuatu pun yang memicunya. Tapi, aku tak pernah dan tak sekali pun bermaksud untuk memicu apapun. Kenangan itu muncul dengan sendirinya. Mengusik ketenanganku dan semua hal baru yang ingin aku lakukan untuk langkahku selanjutnya. Ada apa denganku?

Apakah aku terobsesi akan sesuatu?

Ataukah ini hukuman bagiku karena aku terlalu mengatasnamakan cinta?

Aku adalah aku yang tidak mudah melupakan sesuatu. Terlebih jika sesuatu itu sangat membekas di ingatanku. Mungkin syair “selamanya tertulis dengan pasti dalam pikiranku” yang diucapkan oleh Ariel dalam lagunya itu sesuai untukku. Aku benar-benar telah dibutakan oleh sesuatu yang mustahil untuk aku raih.

Tapi, aku tak bisa begini terus selamanya. Suatu hari aku harus bisa benar-benar lepas dari semuanya. Aku ingin hidup bebas tanpa bayang-bayang. Hidup bebas dan meraih semua impian yang aku cita-citakan.

Uuh.. impian dan harapanku terlalu banyak untuk aku raih—dan mungkin terlalu tinggi. Sehingga, aku takut terjatuh saat aku berada di puncak tertinggi. Aku tak tahu. Aku hanya berharap semua penderitaan batin ini akan segera berakhir—tanpa tumpahan air mata.

Karena, aku sudah lelah..

Aku lelah dengan semua ini..

Categories: Love Tags: