Not Just Birthday
Satu yang tak pernah hilang dari ingatanku—meski mungkin aku sudah melupakan masa laluku—adalah tanggal 11 Juni. Mungkin kalau tak ada apapun, tanggal ini bisa berarti tanggal biasa. Tapi tidak bagiku. Tanggal ini punya arti yang sama dengan tanggal 9 Juni—hari spesialku. Tanggal 11 Juni adalah hari ulang tahun Ian. Tapi, aku mungkin tidak bisa memberikan apa yang seharusnya bisa aku berikan. Aku mungkin hanya mengucapkan selamat.
Aku memang tak perlu melakukannya jika aku mau. Tapi, aku merasa aku perlu melakukannya. Selain sebagai rasa persahabatan, aku juga ingin tahu bagaimana reaksi dia sepeninggal aku dari kantor. Apakah baik-baik saja ataukah semakin bertingkah yang aneh-aneh. Terus terang saja, aku memang masih sangat merindukannya.
Entah apa yang terjadi padaku. Sudah berkali-kali aku coba untuk tidak bersentuhan lagi dengan masa lalu-masa lalu yang cukup menyiksaku, menyiksa kehidupanku, dan memporakporandakan puzzle yang telah aku susun rapi. Tapi, mungkin aku tergolong cewek nekat. Biarlah. Aku hanya mencoba untuk memberinya instruksi bahwa aku takkan pernah melupakannya—sampai kapan pun.











Komentar Terakhir