Job Fair is a Business?
Aku baru tersadar bahwa ternyata bursa kerja yang sering diadakan di beberapa lokasi di Surabaya ini memiliki indikasi bisnis. Buktinya adalah, setiap pelamar atau masyarakat yang mengikuti bursa kerja itu selalu ditarik biaya untuk bisa masuk ke sebuah ruangan yang sudah ditentukan. Tapi, yang sering aku tahu, perusahaan-perusahaan yang ada di dalam ruangan itu seringkali perusahaan-perusahaan yang jarang memiliki mindset di benak pelamar. Mungkin aku memang hanya menduga, tapi aku sendiri mengalaminya. Aku seringkali mengunjungi bursa-bursa kerja di Surabaya, dan bukan hanya sekali-duakali, aku menemukan perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki kompetensi berada disana. Lalu, apalagi kalau bukan karena indikasi bisnis semata?
Selama ini aku tidak memperhatikan hal-hal kecil semacam itu. Aku hanya mengikuti apa yang mungkin bermanfaat untukku. Namun, ternyata aku dan sebagian besar mereka yang mengikuti bursa kerja sepertiku merasa tertipu oleh unsur bisnis berkedok bursa kerja.
Aku memang sangat butuh pekerjaan, tapi kalau caranya seperti itu aku ogah mengikutinya. Aku saat ini sudah terlalu lelah mengikuti ‘permainan’ bisnis orang-orang dengan ekonomi kuat seperti itu. Aku tidak mengatakan aku seorang dengan ekonomi lemah. Aku termasuk orang dengan ekonomi menengah, tapi terkadang aku membutuhkan wadah, tempat, dan sarana untuk bisa mengapresiasikan kreatifitas yang aku miliki. Cuma itu. Tidak adakah satu—hanya satu—kesempatan bagiku untuk meraih itu semua? Meraih apa yang kuimpikan? Sudah habiskah semua kesempatan itu? Tolonglah!











Komentar Terakhir