Tempat Kerja Baru
Sekarang, aku punya pekerjaan baru, teman-teman baru, dan suasana kerja yang juga sama sekali baru. Di postingan sebelumnya aku telah mengatakan bahwa pekerjaan ini insya Allah akan menjadi tempat pemberhentian terakhirku dalam mengais rejeki. Aku tidak ingin berpindah-pindah lagi dan mencari pekerjaan baru. Mencari pekerjaan bukanlah perkara mudah karena dibutuhkan kesabaran yang amat sangat tinggi dan tak lupa permohonan melalui doa yang tak cukup dilakukan dengan cara singkat dan cepat. Untuk itu, cukuplah aku merasa bahwa pengorbananku selama ini tidak sia-sia. Ada hasil yang aku raih dari itu semua.
Suasana dalam kantor—atau lebih bisa disebut pabrik—cukup nyaman. Aku tidak mengatakan suasana disana nyaman atau sangat nyaman sekali pun, karena memang tidak demikian. Suara mesin pabrik dan berbagai suara-suara bising lainnya tak cukup membuatku merasa nyaman. Oh ya, aku lupa bilang kalau aku bekerja di sebuah pabrik sepatu ekspor sebagai staff pembelian. Tapi, selama tiga bulan terhitung sejak tanggal 22 Juni 2009 kemarin aku menjalani proses training atau pelatihan sebagai pengenalan terhadap proses kerja dan bahan baku utama pembuatan sepatu dan jenis-jenisnya. Rumit? Memang! Sungguh banyak jenis sepatu dan tentu saja bahan baku yang digunakan untuk membuat sepatu-sepatu itu beraneka ragam. Belum lagi warna-warna yang bervariasi. Aku bukan komputer yang bisa dengan mudah semua hal yang diinputkan kepadanya. Tapi, aku akan mencoba mengingatnya sedikit demi sedikit. Dengan berjalannya waktu mungkin aku akan terbiasa dengan mereka.
Satu lagi. Aku mungkin akan banyak menemukan masalah sejalan dengan keberadaanku disana. Tapi, aku harus menerapkan satu prinsip di kepalaku bahwa aku sudah berkeluarga dan ada sesuatu yang harus aku pertahankan. Dan, hukumnya adalah wajib. Aku tak ingin jatuh ke lubang yang sama dua kali. Biarlah kesalahan-kesalahan terdahulu menjadi kenangan untukku sendiri yang akan kusimpan dalam kotak memoriku dan akan aku kubur dalam-dalam untuk selamanya.











akhirnya mmg harus bisa kompromi dengan perasaan. tempat kerja akan menjadi nyaman atau tidak, dominan dipengaruhi oleh diri sendiri.
mdh2n di tempat yg baru (sepertinya perusahaan yg baru ini msh sama usaha bisnisnya ya mbak?) semakin bersemangat, mendapatkan yg lebih baik dr tempat kerja yg lama