Home > Job > Masa-masa Sulit

Masa-masa Sulit

Tiba-tiba saja aku merasa rindu dengan pekerjaan lamaku. Entah apa yang terjadi aku sendiri tidak mengerti. Yang jelas, kerinduan ini bukan karena sesuatu ‘minus’ yang dulu pernah terjadi padaku hingga aku memutuskan keluar selang sehari setelah aku melangsungkan pernikahan. Semua ini semata-mata karena perbedaan latar belakang pekerjaan yang aku jalani.

Memang, tak ada satu pekerjaan pun di dunia ini yang mudah dan santai. Tapi setidaknya, aku tidak terlalu susah memahami operasional kerjaku yang dulu. Dalam beberapa hari saja aku sudah mengerti sebagian besar gambaran pekerjaanku. Mungkin hal itu juga masih berkaitan erat dengan latar belakang pekerjaan ayahku sebagai seorang pimpinan di lingkup pekerjaan yang sama. Sehingga, aku mudah memahami semua yang diajarkan kepadaku. Aku pun masih bisa memaksimalkan kualitas pekerjaanku dengan semua pemahaman yang aku miliki, disamping waktu kerja yang tidak menentu dan gaji di bawah rata-rata.

Sedangkan disini—di pekerjaan baruku ini—aku merasa bagaikan di ‘neraka’. Aku benar-benar tidak tahan akan hawa panas dan menyengat. Padahal, selama masa training yang berlangsung selama tiga bulan terhitung sejak tanggal 22 Juni itu aku akan selalu berada di bagian produksi yang sungguh panas dan menyengat. Aku benar-benar merasa tersiksa. Aku menyebut ini semua sebagai masa-masa sulit yang belum pernah aku alami di bidang pekerjaan mana pun, selain disini. Mungkin itu sebabnya aku tiba-tiba saja merindukan pekerjaanku dulu yang sungguh nyaman, tenang, aman, dan—mungkin bagiku—fun. Benar apa kata orang bahwa sesuatu memang terasa indah dan berharga saat kita sudah kehilangannya. Tapi, itu adalah masa laluku dan mustahil bagiku untuk kembali kesana.

Aku sudah memutuskan untuk berada disini dan sekuat tenaga akan aku jalani—semampuku, sebisaku. Dan, yang terpenting, kalau bukan karena aku sangat sayang suami dan keluarga kecilku aku takkan mau berada disini. Semoga saja ini semua segera berakhir dan aku bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan tingkat kemampuan dan keahlianku.

Categories: Job Tags: ,
  1. July 25, 2009 at 11:28 AM | #1

    klo masih merasa betah dan merasa masih mampu, knp nggak, tetapi jangan memaksakan diri, klo misalnya udah g tahan lg dgn berbagai hal di kerjaan yg br bisa cr kerjaan yg lain kan..hhehe *ngomong mmg gampang yacgh* :mrgreen:
    semoga sukses & kerjaannya dijalani bs ttp lancarrrrhhh

    Iya, Sar, aku emang berusaha betah-betahin disini. Sekarang cari kerjaan susah, jadi mau nggak mau aku harus tetep jalani apapun risikonya. Ya doain aja supaya aku bisa bertahan.. :) Thanks yah

  1. No trackbacks yet.