Home > Life > Hidup di Suatu Masa

Hidup di Suatu Masa

Hanya sesaat yang lalu aku meletakkan satu komentar tentang apa yang ada di pikiranku di akun facebook milikku. Komentar itu berbunyi, “Aku ingin hidup di suatu masa dimana aku bisa menikmati apa yang seharusnya bisa kunikmati”. Dan, apa yang terjadi dengan tanggapan teman-temanku yang membacanya? Mereka semua mengatakan bahwa inilah masaku dan di masa inilah aku seharusnya bersyukur dengan apa yang sudah aku dapatkan. Hidup adalah anugerah.

Memang, aku akui, mereka benar. Hidup itu anugerah, dan aku tidak mengingkari itu. Aku sudah sangat bersyukur dengan apa yang aku dapatkan selama ini. Tapi, aku tetaplah seorang manusia biasa yang memiliki perasaan bahwa masih ada sesuatu yang kurang dalam hidupku, dimana aku sendiri belum tahu apa kekurangan itu. Manusia memang tidak diciptakan untuk menjadi mutlak sempurna, karena manusia memang hanya diciptakan dari segumpal tanah dan bukannya cahaya seperti halnya para malaikat. Namun, dosakah aku apabila aku mengharapkan sesuatu yang lebih dari apa yang aku impikan? Itulah yang aku maksud dengan “aku ingin hidup di suatu masa”. Mungkin, lebih tepatnya, kalimat itu merupakan bagian dari mimpi.

Bagiku, hidup adalah perjuangan. Untuk itu, apapun yang ingin aku raih—meski aku hanya bisa memimpikannya—akan aku lakukan semampuku hingga batas kemampuanku sebagai seorang manusia.

Beberapa jam yang lalu, aku juga sempat membaca bermacam-macam kalimat yang penuh filosofi kehidupan bahwasanya apa yang kita yakini benar adalah benar dan jangan pernah ragu untuk melangkah. Masa depan ada di tangan kita, dan hanya kita sendiri yang bisa membawa hidup ini ke arah yang lebih baik ataukah sebaliknya.

Categories: Life Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.