Honeymoon
Hmm.. kalau mendengar kata honeymoon alias bulan madu, rasanya aku pengeeeen banget!! Pasalnya, sejak aku menikah tahun 2008 lalu, aku belum sempat pergi bulan madu dengan suamiku. Tadinya aku dan dia berencana untuk terbang ke Lombok dan menikmati indahnya pemandangan disana, tapi apa daya tangan waktu tak sampai. Aku bilang waktu, karena oleh perusahaan kami masing-masing—kala itu aku masih bekerja—hanya diberikan waktu berlibur 5 hari. Sedangkan, menurut adat Jawa, pengantin baru harus berada di rumah selama 5 hari. So? Bisa dibayangkan, kan? Jadilah, aku dan suamiku hanya berdiam diri di rumahku selama masa liburan kami. Hiks..!
Tapi, aku dan suami telah sepakat bahwa kami akan menggantinya di lain waktu saat waktu liburan tiba. Betapa bahagia jikalau kami dapat berlibur berdua keluar kota—keluar negeri sekalian (kalau perlu)—dan jauh dari masalah. Mungkin aku dan suami memang butuh liburan itu disaat masalah yang kami hadapi semakin hari semakin menumpuk seperti sekarang ini.
Phuff..!! Aku cuma bisa berharap hari libur bisa segera datang secepatnya. Bukan karena apa-apa. Yang aku inginkan hanyalah bisa me-refresh otak. Karena, selain baik untuk kesehatan, berlibur juga dapat membuat isi kepala kita kembali segar seperti sediakala—seperti saat-saat sebelum masalah demi masalah ini datang bertubi-tubi di dalam kehidupan kami. Semoga saja, saat hari itu tiba masalah-masalah kami sudah terselesaikan semua dengan sangat baik—tanpa timbul masalah-masalah lain di kemudian hari.











Komentar Terakhir