Archive

Archive for the ‘Love’ Category

End of Journey

Akhirnya perjalanan dan pencarianku selesai sudah. Tapi, bukan berarti aku akan berhenti menuliskan kisah hidupku disini. Hidupku masih akan terus berjalan seperti biasanya, hanya saja apa yang selama ini aku cari telah aku temukan—yaitu sebuah pekerjaan!

Betapa senang hatiku saat apa yang aku nantikan begitu lama tiba-tiba saja datang tanpa pernah aku duga. Entah aku lupa atau bagaimana, yang jelas aku merasa tidak pernah mengirimkan lamaran ke perusahaan ini. Dikarenakan tempat yang jauh dan akses yang lumayan sulit dijangkau. Tapi, setelah aku mendapatkan panggilan dari sana dan aku diantar suamiku ke tempat itu, kata-kata jauh yang beberapa saat sebelumnya terlontar dari mulutku sirna seketika.

Lokasi kantor itu tak bisa dikatakan jauh atau sangat jauh sekali pun. Waktu yang dibutuhkan untuk bisa mencapai alamat itu hanya sekitar 30 menit, atau maksimum 90 menit. Dan, harapanku akan sebuah kantor dan berbagai fasilitas yang aku harapkan telah mereka miliki. Aku sangat bersyukur sekali dengan ini semua. Disaat aku hampir patah arang tentang apa yang telah aku lakukan semua ini ternyata aku mendapatkan sebuah ‘hadiah’ atas kesabaranku selama ini. Mungkin bukan murni sebuah kesabaran—karena telah sedikit tercampur dengan keputusasaan—tapi overall aku sangat bahagia sekali.

Pekerjaan ini, aku harapkan adalah tempat persinggahan terakhirku dalam mencari penghasilan. Insya Allah aku akan bertahan selama mungkin disana, sebelum akhirnya aku memutuskan untuk berwirausaha sendiri dengan suami—di masa depan. Tapi, untuk saat ini, bisa dibilang keadaan ekonomiku dengan suami masih sangat rapuh. Butuh banyak biaya untuk membangun sebuah biduk rumah tangga. Jadi, aku akan berusaha membuat diriku sendiri merasa nyaman di kantorku nanti sehingga aku dapat bertahan lama.

Mungkin memang tak mudah membangun sebuah biduk rumah tangga yang bahagia dan nyaman tanpa adanya gangguan dari ‘tangan-tangan jahil’ alias wanita penggoda. Kenapa sih wanita-wanita penggoda itu tidak dimusnahkan saja dari muka bumi ini? Aku benci mereka! Salah satu dari mereka kembali mengusik kehidupan rumah tanggaku. Kapan mereka menyadari bahwa baik suami maupun aku sudah memiliki komitmen untuk hidup bersama selamanya? Mereka bodoh, pura-pura bodoh, atau memang benar-benar bodoh? Aku harap mereka pergi jauh sejauh-jauhnya dari kehidupanku dan suami serta tidak menodai perjalanan hidup yang baru saja akan aku mulai.

Categories: Job, Love Tags: , ,

Honeymoon

Hmm.. kalau mendengar kata honeymoon alias bulan madu, rasanya aku pengeeeen banget!! Pasalnya, sejak aku menikah tahun 2008 lalu, aku belum sempat pergi bulan madu dengan suamiku. Tadinya aku dan dia berencana untuk terbang ke Lombok dan menikmati indahnya pemandangan disana, tapi apa daya tangan waktu tak sampai. Aku bilang waktu, karena oleh perusahaan kami masing-masing—kala itu aku masih bekerja—hanya diberikan waktu berlibur 5 hari. Sedangkan, menurut adat Jawa, pengantin baru harus berada di rumah selama 5 hari. So? Bisa dibayangkan, kan? Jadilah, aku dan suamiku hanya berdiam diri di rumahku selama masa liburan kami. Hiks..!

Tapi, aku dan suami telah sepakat bahwa kami akan menggantinya di lain waktu saat waktu liburan tiba. Betapa bahagia jikalau kami dapat berlibur berdua keluar kota—keluar negeri sekalian (kalau perlu)—dan jauh dari masalah. Mungkin aku dan suami memang butuh liburan itu disaat masalah yang kami hadapi semakin hari semakin menumpuk seperti sekarang ini.

Phuff..!! Aku cuma bisa berharap hari libur bisa segera datang secepatnya. Bukan karena apa-apa. Yang aku inginkan hanyalah bisa me-refresh otak. Karena, selain baik untuk kesehatan, berlibur juga dapat membuat isi kepala kita kembali segar seperti sediakala—seperti saat-saat sebelum masalah demi masalah ini datang bertubi-tubi di dalam kehidupan kami. Semoga saja, saat hari itu tiba masalah-masalah kami sudah terselesaikan semua dengan sangat baik—tanpa timbul masalah-masalah lain di kemudian hari.

Categories: Health, Life, Love Tags: , , ,

Nothing

Ternyata, tak ada sesuatu pun yang terjadi kemarin. Hanya mungkin aku saja yang terlalu mendramatisir keadaan. Aku terlalu terbawa suasana. Mungkin memang tanggal 11 Juni itu bukan hanya sekedar tanggal bagiku. Tanggal itu memiliki arti yang lebih dibanding semuanya. Tapi, meski jaman sudah berkembang dan serbacanggih seperti sekarang ini, aku tetap tak bisa melakukan apapun—walau hanya ingin berucap satu patah kata.

Aku tahu aku tak boleh seperti ini. Mengharap sesuatu yang tak seharusnya bisa boleh aku harapkan. Kadang aku bertanya pada diriku sendiri tentang kapan aku tersadar bahwa diantara aku dan dia ada dinding tebal kedap suara yang menelan seluruh suara yang aku teriakkan padanya? Kapan? Mungkin aku harus menenggelamkan diriku ke dasar sungai yang dalam terlebih dahulu—kalau perlu di kedalaman samudera sekalian—baru aku akan bisa melupakannya. Karena menurut buku yang aku baca dan film yang pernah aku lihat, kedalaman air bisa merusak jaringan otak, yang tentunya bisa membuat amnesia. Hmm, bagus untukku!

Apapun akan kulakukan asalkan aku bisa melupakan dia. Aku sudah tak sanggup lagi menahan semua ini. Kemana pun aku pergi, sejauh kakiku melangkah, kemana pun sudut mataku mengarah, selalu ada hal yang bisa mengingatkanku padanya. Oh, Tuhan, tolong aku!

Satu-satunya nomor kontak yang masih bisa kuingat, kini sudah tak lagi eksis. Apa yang terjadi? Padahal hanya itu yang masih tersisa tentangnya—di benakku. Kemudian, aku berpikir, “Mungkin kisah cerita antara aku dan dia harus berakhir sampai disini.”

“Goodbye, My Love!!”

Categories: Love Tags: , ,

Not Just Birthday

Satu yang tak pernah hilang dari ingatanku—meski mungkin aku sudah melupakan masa laluku—adalah tanggal 11 Juni. Mungkin kalau tak ada apapun, tanggal ini bisa berarti tanggal biasa. Tapi tidak bagiku. Tanggal ini punya arti yang sama dengan tanggal 9 Juni—hari spesialku. Tanggal 11 Juni adalah hari ulang tahun Ian. Tapi, aku mungkin tidak bisa memberikan apa yang seharusnya bisa aku berikan. Aku mungkin hanya mengucapkan selamat.

Aku memang tak perlu melakukannya jika aku mau. Tapi, aku merasa aku perlu melakukannya. Selain sebagai rasa persahabatan, aku juga ingin tahu bagaimana reaksi dia sepeninggal aku dari kantor. Apakah baik-baik saja ataukah semakin bertingkah yang aneh-aneh. Terus terang saja, aku memang masih sangat merindukannya.

Entah apa yang terjadi padaku. Sudah berkali-kali aku coba untuk tidak bersentuhan lagi dengan masa lalu-masa lalu yang cukup menyiksaku, menyiksa kehidupanku, dan memporakporandakan puzzle yang telah aku susun rapi. Tapi, mungkin aku tergolong cewek nekat. Biarlah. Aku hanya mencoba untuk memberinya instruksi bahwa aku takkan pernah melupakannya—sampai kapan pun.

Categories: Love Tags: , ,

Hancur Lebur

Perasaanku hancur lebur saat aku mengetahui sebuah bencana kembali menghantam rumah tanggaku. Rumah tangga yang berusaha aku bina dengan baik dan selalu aku pertahankan. Hadirnya orang ketiga benar-benar membuat hatiku bagai diiris-iris. Pekatnya malam seolah mewakili hatiku yang tengah dirundung duka. Ingin rasanya aku mengakhiri hidupku saat itu juga. Namun, akal sehatku masih cukup kuat untuk menahanku dan meredam gejolak hatiku yang tak terbendung. Aku marah, aku kesal, aku kecewa, dan entah apa lagi. Sulit rasanya menggambarkan perasaanku hari ini. Dadaku terasa sesak hingga aku sulit untuk bernapas. Akankah ajalku memang akan segera tiba?

Bayangkan saja, bagaimana perasaan seorang istri saat mengetahui suaminya saling ber-SMS ria dengan seorang cewek yang bahkan belum pernah ditemui sebelumnya dan membicarakan hal-hal yang tidak seharusnya?—dan mungkin bisa dikatakan tidak senonoh? Itulah yang aku rasakan sekarang. Tak seorang pun bisa menolongku, kecuali diriku sendiri!

Mungkin aku juga melakukan kesalahan yang serupa di masa lalu, tapi setidaknya aku masih cukup tahu diri—bahwa aku sudah bersuami. Sementara dia, di depan perempuan supergatel dan ganjen itu dia tidak mengatakan bahwa dia sudah berkeluarga dan memiliki aku sebagai seorang istri. Perasaanku sangat hancur. Inikah hukuman yang harus aku terima atas perbuatanku dulu? Jika memang iya, berarti aku harus bisa bertahan selama mungkin agar diriku tidak terlalu terbawa suasana dan akhirnya akan menghancurkan diriku sendiri. Oh, Tuhan!

Sekarang, mungkin aku belum bisa sepenuhnya memaafkan suamiku. Hatiku terlalu sakit dan perasaanku luluh lantak karenanya. Butuh beberapa waktu bagiku untuk bisa membangun semuanya kembali utuh seperti sediakala. Semoga aku bisa kuat menghadapi cobaan demi cobaan yang Tuhan berikan padaku. Amin!

Categories: Love Tags: , ,

Serpihan

Serpihan demi serpihan mimpi datang kembali padaku. Yang dilakukannya hanyalah mengusik ketenangan dan kesendirianku. Apakah aku pernah memohon bahwa aku ingin sendiri? Lupakah mereka pada ucapanku? Ataukah kata-kata itu hanya sirna di tengah kemelut duka yang aku alami? Kini, kembali aku tegaskan, “Aku ingin sendiri”.

Memiliki mimpi memang indah. Namun, apa yang terjadi jika mimpi-mimpi itu kemudian mengganggu hidupmu? Kata orang, mimpi adalah bunga tidur. Tanpa mimpi, tidur tak akan nyenyak. Masa sih?

Yang aku inginkan sekarang adalah aku bisa hidup tenang tanpa ada satu mimpi pun yang mengusikku. Aku suka mimpi, dan aku kerap bermimpi—sebelum akhirnya mimpi-mimpi itu menjadi sebuah mimpi buruk dalam hidupku. Entah sejak kapan aku mulai jadi seperti ini. Aku berubah menjadi seseorang yang takut akan mimpi. Dan, takut untuk melanjutkan mimpi-mimpiku lagi.

Categories: Love Tags: , , ,

Kenangan Tak Terlupakan

kaulah cerita tertulis dengan pasti

selamanya..

dalam pikiranku..

(Song lyrics by: Peterpan – Walau Habis Terang)

Entah harus berapa lama lagi aku harus bertahan dalam mimpi. Entah harus berapa lama lagi aku bisa melupakan semuanya. Satu hal yang aku takutkan adalah aku terjebak dalam sebuah lingkaran yang menginginkan aku untuk tinggal di sana selamanya. Bayangan itu selalu saja menggangguku. Entah sampai kapan aku akan bertahan dalam keadaan ini. Aku lelah dan ingin berhenti. Berhenti dari semua teka-teki ini. Teka-teki yang selalu mengajakku untuk terjun ke satu masa yang sudah ingin aku kubur dalam-dalam.

Sebagian besar orang berpikir bahwa suatu kenangan tidak akan muncul apabila tidak ada sesuatu pun yang memicunya. Tapi, aku tak pernah dan tak sekali pun bermaksud untuk memicu apapun. Kenangan itu muncul dengan sendirinya. Mengusik ketenanganku dan semua hal baru yang ingin aku lakukan untuk langkahku selanjutnya. Ada apa denganku?

Apakah aku terobsesi akan sesuatu?

Ataukah ini hukuman bagiku karena aku terlalu mengatasnamakan cinta?

Aku adalah aku yang tidak mudah melupakan sesuatu. Terlebih jika sesuatu itu sangat membekas di ingatanku. Mungkin syair “selamanya tertulis dengan pasti dalam pikiranku” yang diucapkan oleh Ariel dalam lagunya itu sesuai untukku. Aku benar-benar telah dibutakan oleh sesuatu yang mustahil untuk aku raih.

Tapi, aku tak bisa begini terus selamanya. Suatu hari aku harus bisa benar-benar lepas dari semuanya. Aku ingin hidup bebas tanpa bayang-bayang. Hidup bebas dan meraih semua impian yang aku cita-citakan.

Uuh.. impian dan harapanku terlalu banyak untuk aku raih—dan mungkin terlalu tinggi. Sehingga, aku takut terjatuh saat aku berada di puncak tertinggi. Aku tak tahu. Aku hanya berharap semua penderitaan batin ini akan segera berakhir—tanpa tumpahan air mata.

Karena, aku sudah lelah..

Aku lelah dengan semua ini..

Categories: Love Tags:

Cinta dan Mimpi

Terkadang aku tak bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan. Bagiku semuanya terasa nyata, meski aku tahu ada satu dinding tebal yang memisahkan kedua dunia itu. Tapi entahlah.. Aku hanya berpikir bahwa cinta di dunia nyata dan cinta di dunia mimpi sungguh suatu perbedaan yang sangat jauh. Dan, mengapa cinta di dunia mimpi jauh lebih indah dibandingkan dengan cinta di dunia nyata itu sendiri?

Aku selalu bermimpi dan terus bermimpi, hingga akhirnya aku merasa aku seperti hidup di alam mimpi. Mimpi-mimpiku terlalu indah untuk kutinggalkan. Terlalu manis untuk selalu kuingat-ingat. Aku rindu..

Bilakah aku menemui saat-saat dimana aku bisa merasakan indahnya alam mimpiku? Bilakah pula aku bisa hidup di alam mimpi yang penuh dengan bunga dan kebahagiaan?

Aku merindukannya..

Categories: Love Tags: ,

Semua Tentang Cinta

February 27, 2009 Sotyasari Dhanisworo 2 comments

Valentine merupakan moment yang paling tepat untuk berbicara tentang cinta, dan mengungkapkan seluruh perasaan kita kepada orang yang terkasih. Semuanya bisa berbentuk kartu ucapan, kado, bunga, puisi, atau hanya sekedar ciuman romantis di acara dinner special. Tapi, itu hanya berlaku bagi mereka yang memiliki pasangan atau orang-orang tertentu yang bisa diajak untuk merayakan valentine bersama-sama. Kalaupun tidak, masih ada situs-situs cinta yang tersebar di dunia maya yang bisa menjadi inspirasi kita untuk merayakan valentine itu. Situs-situs cinta itu, misalnya:


1. Puisi Cinta

Cinta selalu terasa indah apabila dilukiskan dalam barisan kata dan kiasan bernama puisi. Kita bisa meluapkan semua perasaan cinta kita terhadap seseorang yang mungkin kita kagumi melalui puisi. Untuk itu, ada beberapa inspirasi tentang puisi cinta yang bisa dilihat disini. Atau, kalau ingin tahu tentang beberapa kutipan-kutipan pendek yang bertemakan cinta bisa diintip disini. Dengan begitu, valentine kita akan jadi lebih berwarna meski dirayakan sendirian.

2. Secret Admirer

Tak dapat dipungkiri bahwa dalam hidup ini kita pasti pernah mengagumi seseorang. Terkadang, kita pun tidak ingin seseorang yang kita kagumi itu mengetahui siapa kita sebenarnya. Begitu juga sebaliknya apabila ada seseorang yang menjadikan kita sebagai secret admirer-nya. Mungkin saja ada seseorang di luar sana yang sangat mengagumi kita namun kita tidak mengetahui siapa orang itu. Ada banyak hal yang membahas tentang secret admirer yang bisa diketahui disini.

3. Date

Dalam berpacaran, kita pasti sering menggunakan kata-kata ini. Ya, dating atau kencan sering digunakan oleh dua insan yang sedang memadu kasih untuk menunjukkan betapa mereka saling peduli dan menyayangi satu sama lain. Untuk melengkapi acara kencan kita, disini disediakan banyak sekali kiat-kiat dan inspirasi untuk membuat acara nge-date kita menjadi lebih bervariasi.

4. I Love You

Dunia tanpa cinta, maka tidaklah berarti apa-apa. Itulah mengapa manusia selalu dan akan terus selalu bergantung pada yang namanya cinta. Di salah satu situs cinta dunia maya ini, dibeberkan banyak sekali hal yang berhubungan dengan cinta. Cocok sekali untuk mewarnai kisah cinta kita di bulan Februari ini.

5. Ciuman

Semua orang pasti tahu apa itu ciuman. Ciuman tidak hanya diartikan sebagai rasa cinta dan kasih sayang, tetapi lebih daripada itu. Banyak sekali arti ciuman yang bisa kita ketahui disini. Kisah cinta tanpa adanya ciuman pasti akan terasa hambar. Seperti menggoreng telur tanpa garam, seperti minum kopi tanpa gula, dan lain-lain. Tetapi, ciuman tak selalu dipandang indah tatkala ciuman itu membuat kita lupa diri.

6. Ramalan

Inilah salah satu hal yang paling menonjol tatkala seorang manusia mulai menemukan cintanya. Ya, ramalan. Kita semua pasti sudah sering mendengar tentang posko-posko ramalan yang tersebar ketika ada sebuah bazaar valentine. Atau jangankan, pada bazaar valentine, di mall-mall saja ada posko-posko semacam ini. Tujuannya hanya untuk meramalkan nasib seseorang yang biasanya seputar cinta, masa depan, karir, dan keuangan. Tapi, tahukah kita kalau di situs-situs ini pun juga bisa meramalkan tentang hidup kita? Kita tidak akan pernah tahu sebelum kita mengetahuinya. Maka dari itu, cek dulu situs-situs berikut ini: love sign, batu ramal, dan horoscope. Atau, kalau kita ingin tahu tentang ramalan zodiac kita sehari-hari bisa diintip disini.

7. Kartu Ucapan

Salah satu atensi kita untuk mengungkapkan cinta adalah dengan kata-kata. Tetapi, kalau seseorang yang akan kita berikan kata-kata cinta itu berada nun jauh disana, maka satu-satunya jalan hanyalah dengan berkirim pesan melalui kartu ucapan. Jika dahulu kartu-kartu ucapan itu dikirimkan melalui pos, maka sekarang ada banyak pilihan yang bisa kita gunakan untuk mengirimkan pesan melalui kartu ucapan elektronik (e-card) yang salah satunya ada disini.

8. Undangan Pesta

Apabila kita ingin merayakan valentine bersama teman-teman dan bertempat di sebuah lokasi, maka kita membutuhkan undangan untuk memberikan informasi kepada teman-teman kita. Tetapi, bagaimana kalau teman-teman kita itu berada jauh dari tempat kita tinggal? Maka, jawabannya ada disini. Dengan begitu, kita tidak perlu khawatir lagi mengenai tempat tinggal teman-teman kita. Dimana pun mereka berada, persahabatan itu takkan pernah pudar sampai kapan pun.

Categories: Article, Love Tags: ,

Cinta dan Kebahagiaan

Cinta dan kebahagiaan adalah dua hal yang saling bertautan. Saat seseorang memiliki cinta berarti dirinya telah bahagia. Namun, hal tersebut tak bisa dijadikan sebagai satu tumpuan bahwasanya cinta selalu membawa kebahagiaan. Cinta memang indah dan siapapun yang memilikinya akan selalu tersenyum dan bahagia. Tetapi, ada kalanya cinta juga membawa kesengsaraan. Cinta semacam inilah yang tak patut untuk dipertahankan. Karena apabila tetap dipertahankan, maka pada akhirnya cinta itu sendirilah yang membuat diri kita hancur.

Aku pribadi berpendapat bahwa cinta tidak selalu membawa kebahagiaan. Cinta terkadang bisa membuatku seolah hilang di dalam kelamnya malam dan hiruk-pikuknya kehidupan di muka bumi. Aku pernah terpuruk dan kehilangan kepercayaan diri hanya karena cinta.

Seseorang yang pernah merasakan kegagalan dalam dunia cinta, akan berpendapat sama denganku. Cinta seakan menjadi dilemma dalam diri manusia. Di saat diri manusia ingin mempertahankan cinta, maka cinta perlahan-lahan mulai berganti menjadi sosok yang jahat dan menakutkan. Dan, disaat cinta akan diakhiri, maka perlahan-lahan cinta selalu berubah menjadi sosok yang indah dan membuat manusia berpikir dua kali untuk mengakhirinya. Apakah cinta memang sedemikian peliknya hingga mampu membuat manusia seakan terombang-ambing oleh keadaan?

Namun, apapun arti cinta yang sebenarnya, tak dapat dipungkiri bahwa manusia memang akan selalu membutuhkan sosok bernama cinta tersebut. Tanpa cinta, maka hidup seseorang tak akan terasa lengkap. Terlebih lagi tersirat suatu petikan bahwa “tanpa cinta adalah tanpa kebahagiaan”.

Mungkin memang benar. Seseorang yang tidak percaya pada cinta, setelah dirinya hidup bertahun-tahun dengan seorang pasangan yang mungkin sama sekali tidak dicintainya, perasaan cinta dalam diri seseorang itu pun perlahan-lahan tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

Kini, aku percaya bahwasanya mungkin cinta memang diciptakan untuk membuat makhluk hidup di dunia ini merasa bahagia. Aku pun merasakan kebahagiaan itu setelah aku sadar aku telah memiliki cinta yang terukir indah di dalam lubuk hatiku yang terdalam.

Categories: Article, Love Tags: ,