Archive

Archive for the ‘Party’ Category

Tujuhbelasan ala Warga Sedati Permai

Hiruk-pikuk setiap warga negara Indonesia dalam menyambut kemerdekaan negerinya sangat beragam. Mulai dari menggelar event tahunan sampai acara-acara tradisional dengan tujuan mengenang jasa para pahlawan negeri yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi meraih satu kata, yaitu kemerdekaan.

Indonesia memiliki lebih dari 17.ooo pulau yang terbagi menjadi puluhan propinsi. Di tiap-tiap propinsi itu terdapat berbagai macam suku bangsa, dimana masing-masing dari mereka memiliki jiwa nasionalisme untuk merayakan hari jadi bangsa dan tanah airnya tercinta dengan caranya sendiri-sendiri.

Tak terkecuali dengan perayaan tujuhbelasan yang digelar di kawasan perumahan Sedati Permai, Sidoarjo—tempat tinggalku. Sejak awal bulan Agustus lalu, tiap-tiap warga sibuk mengadakan rapat mingguan demi membahas rangkaian acara yang akan diadakan pada malam menjelang kemerdekaan.

Pada tahun-tahun sebelumnya, acara yang digelar menjelang malam kemerdekaan selalu dihiasi dengan berbagai macam lomba anak-anak, remaja, dan dewasa dari sejak akhir bulan Juli hingga pertengahan Agustus. Namun, akhir-akhir ini lomba-lomba itu sudah jarang diadakan. Karena, selain pengadaan lomba yang membutuhkan dana yang cukup, juga peserta lomba yang bisa dibilang semakin berkurang dari tahun ke tahun.

Beberapa pengurus yang bertugas menangani acara tujuhbelasan mengakali semua itu dengan mengadakan acara lain yang juga menarik. Diantaranya pengadaan bazaar di sepanjang komplek perumahan Sedati Permai. Antusiasme warga dalam menyambut acara bazaar itu semakin menambah ramai acara tujuhbelasan di komplek perumahanku. Sejak pagi hingga matahari tepat diatas kepala beberapa petugas keamanan dengan dibantu sekelompok warga tengah sibuk mempersiapkan stand dan dekorasi yang akan digunakan berjualan pada sore harinya.

Tiap-tiap warga yang berpartisipasi dalam bazaar itu diizinkan menjual apapun yang sekiranya bisa menarik pembeli untuk mendatangi stand mereka. Setidaknya ada lebih dari lima stand yang berjajar di sepanjang komplek perumahan Sedati Permai itu menjual makanan dan minuman, meski ada beberapa diantara mereka yang hanya menjual snack-scack ringan. Sampai pukul enam sore, beberapa stand masih ramai dikunjungi orang. Beberapa diantaranya malah sudah ada yang bebenah untuk bersiap-siap kembali ke rumah dikarenakan barang dagangan yang telah habis terjual.

Sesuai dengan konsep awal bahwasanya bazaar itu memang dibuka untuk umum. Sehingga, pengunjung tidak hanya berlaku bagi komplek perumahan Sedati Permai saja, melainkan juga komplek-komplek perumahan tetangga yang letaknya berdekatan. Bisa dibayangkan betapa meriah acara bazaar di komplek perumahanku saat itu.

Aku sempat mengunjungi salah satu stand yang menjual rujak cingur yang berada paling ujung dari jalanan komplek perumahan Sedati Permai. Stand itu terlihat paling ramai dikunjungi orang, karena memang rujak cingur yang dibuatnya benar-benar diracik sendiri dan cara pembuatannya juga bersih. Harga yang ditawarkan pun tidak terlalu mahal. Sesampainya di rumah, aku segera mencicipi rujak cingur yang telah aku beli dan aku mengakui bahwa memang benar rasanya sungguh lezat. Walaupun hanya sebatas bazaar untuk meramaikan acara tujuhbelasan, namun rasa yang ditawarkan mampu menyaingi rujak cingur kelas restoran.

Stand Rujak Cingur

Stand Rujak Cingur

Stand Cap Go Mek

Stand Cap Go Mek

Stand Makanan Berprotein Tinggi

Stand Makanan Berprotein Tinggi

Aku memang tidak bisa membeli semua makanan dan minuman di bazaar itu, tapi hanya dengan melihat keramaian dan respons positif terhadap diadakannya acara bazaar di perumahan Sedati Permai aku sudah sangat senang dan bangga bahwa seluruh warga di tempat tinggalku masih memiliki semangat dan jiwa nasionalisme untuk merayakan hari ulangtahun negerinya.

Selain bazaar, masih ada lagi satu acara yang kami semua warga Sedati Permai menamakannya sebagai malam tirakatan atau malam tasyakuran hari kemerdekaan yang memang hanya diadakan setahun sekali setiap malam tanggal 16 Agustus hingga menjelang tengah malam tanggal 17 Agustus.

Acara tasyakuran ini adalah acara paling spesial—atau bisa dikatakan sebagai acara puncak—yang dipersiapkan dalam setiap rapat tahunan warga dikarenakan acara ini tidak memakan biaya yang sedikit dan menyangkut kepentingan orang banyak. Dalam setiap rapat itu dibahas tentang apa saja acara-acara yang akan ditampilkan dalam malam tasyakuran tersebut, apakah ada spontanitas dari warga yang bersedia mengisi acara, jenis makanan seperti apa yang akan dihidangkan sebagai konsumsi, dan yang terpenting adalah berapa banyak warga yang bersedia menjadi donatur dalam acara ini. Karena tidak dipungkiri bahwa tanpa adanya sumbangan berlebih dari warga yang kondisi ekonominya kuat dan hanya mengandalkan uang kas RT yang pas-pasan acara tasyakuran ini mustahil diadakan. Tapi, syukurlah tahun ini perumahan Sedati Permai memiliki kondisi kas yang lumayan, sehingga acara yang diadakan pada malam tasyakuran beserta hidangan yang tersaji terlihat sedikit berbeda dari biasanya. Kalau di tahun-tahun sebelumnya kami hanya menikmati nasi kotak dan duduk bersila di sebuah karpet dan tikar sepanjang 4 hingga 5 rumah, tahun ini kami bisa menikmati hidangan sepuasnya yang tersaji secara prasmanan dengan duduk di kursi plastik berwarna putih yang tertata rapi.

Sajian Istimewa

Sajian Istimewa

Hmm.. yummy!

Hmm.. yummy!

Kambing Guling yang Lezat

Kambing Guling yang Lezat

Hidangan-hidangan itu disajikan di awal acara dikarenakan acara itu memang diadakan pada tepat jam makan malam, yaitu pukul tujuh malam. Setelah sambutan ketua RT, ketua panitia, dan seluruh warga yang menyanyikan hymne Indonesia Raya, para hadirin dipersilahkan menyentuh hidangan yang tersaji sembari menikmati serangkaian pertunjukan yang diramaikan oleh anak-anak dan orang dewasa.

Tari Remo

Tari Remo

Para Hadirin Warga Sedati Permai RT. 36

Para Hadirin Warga Sedati Permai RT. 36

Tari Mbok Jamu

Tari Mbok Jamu

Koor Ibu-Ibu

Koor Ibu-ibu

Drama Ande-ande Lumut

Drama Ande-ande Lumut

Menjelang pukul duabelas malam, para hadirin yang beberapa jam lalu berkerumun untuk menikmati berbagai pertujukan mulai berkurang satu persatu. Hal itu selain dikarenakan hari yang semakin malam juga karena anak-anak mereka yang harus segera beristirahat karena esok harinya mereka harus menghadiri upacara bendera di sekolah masing-masing.

Namun, ada beberapa warga—yang kebanyakan adalah bapak-bapak—masih berada di tempatnya sambil asyik berkaraoke ria dengan diselingi canda dan tawa. Ketika waktu tepat menunjukkan pukul duabelas malam, acara puncak pun dibuka dengan pemotongan tumpeng yang sejak awal telah disediakan oleh panitia. Sebelum tumpeng dipotong untuk yang pertamakalinya, para warga yang masih tersisa itu mengadakan acara doa bersama yang dipersembahkan untuk tanah air tercinta dalam bentuk rasa syukur yang tiada tara.

Tumpeng

Tumpeng

Setelah tumpeng dipotong, ada pembagian doorprize bagi nomor rumah yang terpilih. Doorprize itu berupa kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Setiap kepala keluarga memiliki dua kali kesempatan untuk mendapatkan doorprize.

Doorprize

Doorprize

Setiap tahun aku selalu menunggu-nunggu acara spesial di bulan yang juga spesial seperti itu. Selain menambah keakraban setiap warga satu dengan yang lainnya, bulan Agustus juga merupakan bulan yang penuh arti bagi setiap warga negara Indonesia. Salam hangat dan cinta, Untukmu Indonesiaku!

 

Married

Aku dan suamiku di pesta pernikahan kami

Aku dan suamiku di pesta pernikahan kami

Yah, inilah aku yang pada akhirnya harus mengakhiri masa lajangku dengan menentukan pilihanku pada seorang pria yang selama ini telah menjadi pendamping hidupku dalam suka maupun duka.

Resepsi pernikahan yang diadakan pada tanggal 30 November 2008 (tanggal 1 Besar menurut penanggalan Jawa) itu berlangsung sangat meriah. Aku sungguh-sungguh bahagia dengan pesta pernikahanku.

Hampir seluruhnya dari total 250 undangan yang aku sebar hadir di pesta pernikahan yang bertempat di Gedung Pertemuan “Gita Tamtama” Surabaya itu. Hanya sekitar 25% dari mereka yang aku undang tidak dapat hadir karena memang pada hari itu bertepatan dengan berangkatnya rombongan haji ke tanah suci. Aku bisa memakluminya. Aku hanya meminta doa restu dari mereka-mereka yang telah aku undang. Dan, aku sudah cukup bahagia dengan semua yang telah dianugerahkan Yang Maha Kuasa kepadaku. Aku sangat-sangat bersyukur.

Kini, aku hanya bisa berdoa dan terus berdoa agar kehidupan rumah tanggaku dapat berjalan lancar tanpa suatu hambatan apapun. Aku tahu, manusia hidup untuk menghadapi masalah, untuk itu aku berharap masalah yang akan aku dan suamiku hadapi nanti dapat kami selesaikan dengan baik tanpa ada masalah lain yang timbul.

Categories: Love, Party Tags: , , ,

Halloween

Setiap tanggal 31 Oktober, sebagian besar bangsa-bangsa di Barat selalu merayakannya dengan mengenakan berbagai macam kostum yang serbaaneh. Tradisi perayaan ini seringkali disebut sebagai Halloween. Di Amerika, Halloween biasanya diramaikan oleh anak-anak dengan meminta permen dan berkeliling dari rumah ke rumah sambil mengucapkan, “Trick or Treat!” (beri kami (permen) atau kami jahili). Sedangkan bagi orang dewasa, perayaan Halloween berarti saatnya untuk berpesta kostum. Kostum yang dimaksud adalah kostum-kostum yang melambangkan kematian, seperti vampir, mumi, zombie, dan lain-lain. Selain itu, Halloween juga identik dengan setan, hantu goblin, tukang sihir, dan makhluk-makhluk menyeramkan lain dari kebudayaan Barat.

Tapi mengapa setiap perayaan ini dilakukan, masyarakat selalu mengenakan kostum yang berhubungan dengan kematian? Tidak bisakah sekali waktu Halloween dirayakan dengan tidak memakai pakaian seperti itu? Dan bagaimana bisa terjadi Halloween setiap tanggal 31 Oktober?

Perayaan Halloween yang seperti kita kenal sekarang bermula dari bangsa Celtic (bangsa yang hidup sekitar 2000 tahun yang lalu di Inggris, Wales, Scotlandia, Irlandia, dan Perancis Utara), yang selalu mengadakan pesta bukan pada akhir Oktober saja, melainkan hampir pada setiap akhir bulan. Halloween selalu jatuh pada tanggal 31 Oktober, karena pesta yang biasa disebut “All Saints” atau “All Hallow” atau “All Hallows Eve” (asal mula kata Halloween yang juga berarti malam pensucian) ini jatuh pada tanggal 1 November, dimana pada hari itu adalah sebuah hari peringatan untuk menghormati orang suci bagi umat Kristiani (All Saints Day). Tanggal 1 November juga menandai Samhain, yaitu dimulainya musim dingin bangsa Celtic. Samhain, yang namanya dipakai sebagai nama perayaan, adalah dewa kematian bangsa Celtic, dimana nama itu secara harafiah berarti “akhir musim panas”. Karena musim dingin adalah masa-masa dingin, kegelapan, dan kematian, maka bangsa Celtic kemudian menghubungkannya dengan kematian manusia. Malam menjelang Samhain, yaitu tanggal 31 Oktober, adalah saat kurban kafir bangsa Celtic, dan Samhain mengijinkan jiwa-jiwa orang mati untuk kembali ke rumah-rumah duniawi mereka pada malam ini. Setan-setan, hantu, roh, dan tukang sihir datang untuk mencelakai manusia, khususnya bagi orang-orang yang pernah menyakiti mereka semasa mereka masih hidup. Kucing, juga dianggap keramat sebab dianggap dulunya mereka adalah manusia yang dikutuk sebagai hukuman atas perbuatan-perbuatan jahat mereka semasa di dunia.

Kelompok-kelompok etnis yang berbeda masing-masing memiliki adat mereka sendiri yang berbaur dengan perayaan. Di Irlandia, orang mengadakan suatu arak-arakan demi menghormati dewa Muck Olla. Mereka mengikuti sang pemimpin yang mengenakan jubah putih dengan topeng dari kepala binatang dan minta sedekah makanan. Negara ini juga merupakan negara tempat dimana dongeng ‘jack-o’-lantern‘ berasal, yaitu seseorang bernama Jack yang tak dapat masuk ke surga karena kikir, namun juga tak dapat masuk ke neraka karena ia sering melontarkan lelucon untuk mengolok-olok iblis, sehingga ia dihukum untuk berjalan mengelilingi dunia dengan lenteranya sampai Hari Penghakiman tiba.

Di Scotlandia, orang-orang berjalan menyusuri padang dan desa-desa dengan membawa suluh dan menyalakan api unggun guna menghalau tukang sihir dan roh-roh jahat.

Sementara di Wales, setiap orang meletakkan suatu batu yang telah ditandai pada api unggun yang sangat besar. Jika batu miliknya tak dapat diketemukan kembali keesokan paginya, maka pastilah orang itu akan mati dalam tahun itu.

Romawi Kuno

Di samping tradisi Celtic yang telah ada, penjajah Romawi yang berkuasa atas Inggris pada tahun 43 Masehi, membawa serta dua perayaan kafir lainnya, yaitu Feralia, yang dirayakan di penghujung bulan Oktober demi menghormati mereka yang telah meninggal dunia; dan suatu perayaan pada musim gugur demi menghormati Pomona, dewi buah-buahan dan pepohonan. Dan kemungkinan, melalui perayaan inilah, buah apel kemudian dihubungkan dengan perayaan Halloween. Unsur-unsur perayaan Romawi ini dipadukan dengan perayaan Samhain bangsa Celtic.

Pemakaian kostum pada hari Halloween mulai popular di kalangan masyarakat Perancis sekitar abad 14-15. Saat itu benua Eropa dilanda wabah penyakit pes. Hampir separuh dari rakyat Eropa mati karena bencana ini. Para seniman kala itu melukiskan semua ini pada setiap dinding kuburan tempat orang-orang yang mati tersebut dikuburkan. Gambar yang paling popular melukiskan setan yang memimpin orang-orang yang sudah meninggal ini menuju makam mereka. Terkadang mereka juga melukiskan kisah ini dalam bentuk tarian, dimana para penarinya mengenakan kostum seperti orang mati. Orang Perancis merayakan pesta kostum ini bukan pada hari Halloween seperti yang dilakukan oleh orang Irlandia, melainkan pada hari pensucian jiwa (All Soul’s Day, menurut umat Kristiani). Dua tradisi ini kemudian masuk ke Amerika pada abad ke-18, dimana banyak orang Perancis yang menikah dengan orang Irlandia dan lahirlah tradisi mengenakan kostum orang mati di hari Halloween.

Selain akrab dengan kostum orang mati, perayaan roh, dan kata-kata “Trick or Treat!” oleh anak-anak agar mendapatkan permen, Halloween juga memiliki satu atribut yang tak terlupakan, yaitu labu. Meskipun saat ini sudah banyak atribut-atribut Halloween yang berwarna selain warna hitam dan orange, namun kedua warna itu masih dianggap sebagai warna tradisional Halloween. Sedangkan labu yang merupakan hasil panen saat musim gugur di benua Amerika dan Eropa yang notabene-nya adalah benua beriklim sejuk sering dijadikan simbol Halloween, begitu pula dengan orang-orangan sawah sebagai penjaga hasil panen.

Simbol Halloween yang dimengerti secara universal adalah labu yang diukir membentuk wajah menyeramkan yang diberi nama Jack-o’-lantern. Agar kelihatan lebih seram, lentera Jack-o’-lantern biasanya diletakkan di tempat gelap, karena di dalam labu diletakkan lilin menyala atau lampu. Tradisi membuat lentera Jack-o’-lantern ini berasal dari Amerika Utara yang banyak menghasilkan labu berukuran besar yang mudah diukir.

Sumber dan Foto: dari berbagai sumber

Categories: Knowledge, Party Tags: , , , , ,