Venesia, Kota Seribu Kanal
Kalau mendengar nama Venesia atau Venice, satu-satunya yang terlintas di pikiran kita adalah
satu kota indah dengan genangan air dan gondola yang terletak di bagian timur negara Italia—yang juga sering disebut dengan kota seribu kanal. Hmm, mungkin indah sekali ya kalau setiap pasangan kekasih bisa berbulan madu di kota ini. Lebih indah lagi kalau di negara kita pun ada kota semacam ini. Tapi, nggak mungkin kan? Ada sih kota air semacam itu di negara kita, tapi airnya dari air banjir! Phuff..! Ya sudahlah, sekarang aku nggak akan membahas tentang banjir yang kerap melanda negara kita tercinta. Kita bahas aja tentang kota seribu kanal yang indah ini yah.
Kota Venesia yang juga merupakan kota tujuan wisata menjadi suatu pesona eksotis tersendiri di benak seluruh masyarakat dunia. Mungkin bukan satu-satunya tujuan wisata, namun rencana untuk kesana pastilah ada. Hanya ingin berkunjung, berfoto, maupun mencicipi asyiknya berada diatas gondola seraya menikmati suasana romantis khas Italia.
Ketika seseorang berbicara mengenai Venesia dan semua yang berkaitan dengannya, nama Marco Polo tak mungkin terlewatkan. Seorang pedagang dan penjelajah Italia yang namanya diabadikan menjadi nama sebuah bandara di kota itu, kemudian dicantumkan di berbagai buku tatkala menuliskan tentang kota Venesia.
Satu-satunya yang membuatku tertarik akan Venesia adalah jalanan yang dipenuhi dengan air beserta gondolanya. Jikalau aku memiliki rejeki lebih, kota ini akan menjadi tujuan utama dalam daftar travelling-ku. Itu pasti! Bahkan, salah satu film serial James Bond pun mengambil setting di kota ini.
Namun, menurut sumber yang pernah aku baca, permukaan air yang menggenangi kota Venesia selalu naik setiap satu tahun sekali. Seperti yang juga terjadi pada menara miring Pisa—juga terletak di negara Italia—yang posisi kemiringannya selalu bertambah 0,1 cm setiap satu tahun sekali. Ya ampun! Bisa dibayangkan kan apa yang terjadi kalau kota Venesia akhirnya terendam air dan menara Pisa yang akhirnya roboh?!—mengingat keduanya adalah salah satu dua obyek wisata yang paling menjadi sorotan dunia karena keunikannya.
Menurut salah satu sumber, kota Venesia pernah terendam air yang cukup tinggi pada tahun 1986. Dan, rekor permukaan air tertinggi hingga mencapai 194 cm terjadi pada tahun 1966. Naiknya permukaan air di kota Venesia ini merupakaan yang tertinggi keempat sejak tahun 1872, saat kota itu mulai mencatat perkembangan permukaan air. Sekitar 3000 warga kota diungsikan, disamping banyak bangunan bersejarah yang rusak. Demi melihat itu, pemerintah kota mengambil tindakan dengan mengusahakan proyek ‘Musa’ yang memakan biaya sebesar US$ 5,5 Miliar. Proyek yang sedianya selesai tahun 2011 ini bertujuan membendung Laut Adriatik agar tidak sampai menenggelamkan kota ini.
Keindahan kota Venesia tak hanya membawa keberuntungan dan devisa, melainkan juga bencana. Menurutku, wajar sih. Tak ada apapun di dunia ini yang 100% sempurna, termasuk kita sebagai manusia—walaupun manusia ditakdirkan sebagai makhluk paling sempurna di muka bumi ini. Selalu ada kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sama halnya dengan Venesia yang memiliki kekurangan dibalik kesempurnaannya sebagai salah satu obyek wisata terindah.












Komentar Terakhir