Archive

Posts Tagged ‘afraid’

Bom Atom Facebook

Keasyikkan memiliki akun facebook mungkin cuma bertahan sesaat saja. Selebihnya, yang tersisa adalah kekhawatiran dan rasa was-was. Tapi, itu mungkin bagiku yang notabene-nya sudah berkeluarga—dan juga teman-temanku dengan status yang sama. Aku sebenarnya takut setiap kali aku membuka akunku disana. Setiap saat, setiap waktu, dan setiap ada kesempatan. Entah kenapa. Seperti yang pernah aku bilang kepada salah seorang temanku, Andhin, bahwasanya facebook seolah membawaku flashback ke masa-masa laluku. Suatu masa dimana aku masih sangat menikmati usia mudaku—saat usiaku masih sangat layak dan pantas untuk menikmati indahnya cinta. Tapi, sekarang sepertinya semua itu sudah tak penting lagi. Semua sudah memiliki jalan sendiri-sendiri. Aku tahu dan sangat sadar akan hal itu. Yang aku takutkan hanyalah satu: kesalahpahaman.

Facebook bagiku seperti bom atom yang bisa meledak dan menghancurkan semuanya. Saat satu kesalahpahaman terjadi dan berbuntut panjang, bom itu akan menunjukkan keperkasaannya meluluhlantakkan siapa saja yang berada dekat dengannya. Aku tidak takut terkena ledakannya. Aku hanya takut apa yang akan terjadi (denganku) jika akhirnya bom itu meledak?

Kesalahpahaman bisa berarti besar jika ada pihak-pihak tertentu yang tidak bisa membedakan antara teman, sahabat, dan pacar. Aku mungkin juga tidak terlalu pandai membedakan ketiganya. Mungkin hanya kejujuran yang bisa menjelaskan semuanya.

Harapanku, dengan aku memiliki akun facebook, aku bisa menemukan kembali teman-teman lamaku dan saling bercerita akan aktivitas yang tengah mereka lakukan kini. Tak ada maksud lain, apalagi mencari ’sesuatu’. Untuk apa? Tak ada untungnya bagiku! Namun, mungkin saja, ada pihak-pihak tertentu yang menganggapku ’salah kamar’. Maksudnya, aku tidak diperkenankan membuka kembali masa laluku yang telah terkubur di ruang yang tidak seharusnya aku masuki. Jika diperbolehkan berteriak, mereka mungkin meneriakkan sesuatu padaku. “Ini bukan lagi duniamu, Dhanis! Pergilah sejauh mungkin dan jangan kembali lagi!”

Aku berjanji aku takkan kembali kesana, tapi izinkan aku untuk sejenak merengkuh kembali masa mudaku untuk kukenang—cukup untukku sendiri. Aku sudah punya kehidupan sendiri. Aku sudah punya jalan sendiri, ‘rel’-ku sendiri. Dan juga, impianku sendiri. Aku tak mungkin meninggalkan apa yang telah aku miliki sekarang, untuk hari ini, esok, dan sepanjang sisa hidupku.

Categories: Memory Tags: , , , ,

Not Just Birthday

Satu yang tak pernah hilang dari ingatanku—meski mungkin aku sudah melupakan masa laluku—adalah tanggal 11 Juni. Mungkin kalau tak ada apapun, tanggal ini bisa berarti tanggal biasa. Tapi tidak bagiku. Tanggal ini punya arti yang sama dengan tanggal 9 Juni—hari spesialku. Tanggal 11 Juni adalah hari ulang tahun Ian. Tapi, aku mungkin tidak bisa memberikan apa yang seharusnya bisa aku berikan. Aku mungkin hanya mengucapkan selamat.

Aku memang tak perlu melakukannya jika aku mau. Tapi, aku merasa aku perlu melakukannya. Selain sebagai rasa persahabatan, aku juga ingin tahu bagaimana reaksi dia sepeninggal aku dari kantor. Apakah baik-baik saja ataukah semakin bertingkah yang aneh-aneh. Terus terang saja, aku memang masih sangat merindukannya.

Entah apa yang terjadi padaku. Sudah berkali-kali aku coba untuk tidak bersentuhan lagi dengan masa lalu-masa lalu yang cukup menyiksaku, menyiksa kehidupanku, dan memporakporandakan puzzle yang telah aku susun rapi. Tapi, mungkin aku tergolong cewek nekat. Biarlah. Aku hanya mencoba untuk memberinya instruksi bahwa aku takkan pernah melupakannya—sampai kapan pun.

Categories: Love Tags: , ,

Serpihan

Serpihan demi serpihan mimpi datang kembali padaku. Yang dilakukannya hanyalah mengusik ketenangan dan kesendirianku. Apakah aku pernah memohon bahwa aku ingin sendiri? Lupakah mereka pada ucapanku? Ataukah kata-kata itu hanya sirna di tengah kemelut duka yang aku alami? Kini, kembali aku tegaskan, “Aku ingin sendiri”.

Memiliki mimpi memang indah. Namun, apa yang terjadi jika mimpi-mimpi itu kemudian mengganggu hidupmu? Kata orang, mimpi adalah bunga tidur. Tanpa mimpi, tidur tak akan nyenyak. Masa sih?

Yang aku inginkan sekarang adalah aku bisa hidup tenang tanpa ada satu mimpi pun yang mengusikku. Aku suka mimpi, dan aku kerap bermimpi—sebelum akhirnya mimpi-mimpi itu menjadi sebuah mimpi buruk dalam hidupku. Entah sejak kapan aku mulai jadi seperti ini. Aku berubah menjadi seseorang yang takut akan mimpi. Dan, takut untuk melanjutkan mimpi-mimpiku lagi.

Categories: Love Tags: , , ,

Hari itu Semakin Dekat

Hari itu—hari penentuanku untuk mengakhiri masa studiku—sudah semakin dekat. Tapi, aku belum mempersiapkan apapun. Bahkan, ketika aku ditanya seputar skripsi yang aku kerjakan sendiri pun, aku tidak punya jawaban yang meyakinkan. Lalu, aku harus bagaimana?

Aku tidak tahu lagi harus mempersiapkan jawaban yang seperti apa. Otakku blank sama sekali. Biasanya aku selalu punya seribu satu cara untuk ‘ngeles’, tapi sekarang? Aku ngeles yang kayak gimana, coba? Semuanya sudah harus terstruktur. Nggak bisa lagi jawab yang asal-asalan, apalagi jawab yang nggak sesuai dengan apa yang sudah tertulis.

Aku benar-benar bingung sekarang. Awalnya aku yakin aku bisa jawab semua pertanyaan seputar skripsi, karena skripsi itu memang aku sendiri yang buat—tanpa bantuan orang lain. Tapi nyatanya aku salah. Tadi pagi saat aku briefing dengan dosen pembimbing, aku sudah sakit perut nggak keruan sehingga berakibat pada bahasaku yang acak-acakan saat menjawab pertanyaan. Hingga jawaban yang aku berikan sangat-sangat jelek dan tidak fokus pada pertanyaan. Dosen pembimbingku sih hanya bertanya perihal kesiapanku menghadapi ujian besok—walau pada akhirnya beliau memberikan jawaban yang benar atas pertanyaannya tadi. Aku sungguh bersyukur karena aku mendapatkan jawaban yang benar atas pertanyaan itu dan segera aku catat. Namun, jauh di dalam lubuk hatiku muncul sebuah pertanyaan mengerikan, “Itu baru pertanyaan dari dosen pembimbing. Bagaimana jika nanti yang bertanya adalah dosen penguji dan pertanyaan yang diberikan sama sekali tidak pernah aku duga?”

Aduh, entahlah! Aku pusing memikirkannya. Belum-belum aku sudah takut dan sakit perut begini, apalagi nanti. Aku hanya bisa belajar dan berdoa semampuku, serta meminta yang terbaik pada Yang Diatas. Aku serahkan semuanya padaNya dan berharap mendapatkan hasil yang memuaskan. Amin!

Categories: Duty Tags: , , ,

Halloween

Setiap tanggal 31 Oktober, sebagian besar bangsa-bangsa di Barat selalu merayakannya dengan mengenakan berbagai macam kostum yang serbaaneh. Tradisi perayaan ini seringkali disebut sebagai Halloween. Di Amerika, Halloween biasanya diramaikan oleh anak-anak dengan meminta permen dan berkeliling dari rumah ke rumah sambil mengucapkan, “Trick or Treat!” (beri kami (permen) atau kami jahili). Sedangkan bagi orang dewasa, perayaan Halloween berarti saatnya untuk berpesta kostum. Kostum yang dimaksud adalah kostum-kostum yang melambangkan kematian, seperti vampir, mumi, zombie, dan lain-lain. Selain itu, Halloween juga identik dengan setan, hantu goblin, tukang sihir, dan makhluk-makhluk menyeramkan lain dari kebudayaan Barat.

Tapi mengapa setiap perayaan ini dilakukan, masyarakat selalu mengenakan kostum yang berhubungan dengan kematian? Tidak bisakah sekali waktu Halloween dirayakan dengan tidak memakai pakaian seperti itu? Dan bagaimana bisa terjadi Halloween setiap tanggal 31 Oktober?

Perayaan Halloween yang seperti kita kenal sekarang bermula dari bangsa Celtic (bangsa yang hidup sekitar 2000 tahun yang lalu di Inggris, Wales, Scotlandia, Irlandia, dan Perancis Utara), yang selalu mengadakan pesta bukan pada akhir Oktober saja, melainkan hampir pada setiap akhir bulan. Halloween selalu jatuh pada tanggal 31 Oktober, karena pesta yang biasa disebut “All Saints” atau “All Hallow” atau “All Hallows Eve” (asal mula kata Halloween yang juga berarti malam pensucian) ini jatuh pada tanggal 1 November, dimana pada hari itu adalah sebuah hari peringatan untuk menghormati orang suci bagi umat Kristiani (All Saints Day). Tanggal 1 November juga menandai Samhain, yaitu dimulainya musim dingin bangsa Celtic. Samhain, yang namanya dipakai sebagai nama perayaan, adalah dewa kematian bangsa Celtic, dimana nama itu secara harafiah berarti “akhir musim panas”. Karena musim dingin adalah masa-masa dingin, kegelapan, dan kematian, maka bangsa Celtic kemudian menghubungkannya dengan kematian manusia. Malam menjelang Samhain, yaitu tanggal 31 Oktober, adalah saat kurban kafir bangsa Celtic, dan Samhain mengijinkan jiwa-jiwa orang mati untuk kembali ke rumah-rumah duniawi mereka pada malam ini. Setan-setan, hantu, roh, dan tukang sihir datang untuk mencelakai manusia, khususnya bagi orang-orang yang pernah menyakiti mereka semasa mereka masih hidup. Kucing, juga dianggap keramat sebab dianggap dulunya mereka adalah manusia yang dikutuk sebagai hukuman atas perbuatan-perbuatan jahat mereka semasa di dunia.

Kelompok-kelompok etnis yang berbeda masing-masing memiliki adat mereka sendiri yang berbaur dengan perayaan. Di Irlandia, orang mengadakan suatu arak-arakan demi menghormati dewa Muck Olla. Mereka mengikuti sang pemimpin yang mengenakan jubah putih dengan topeng dari kepala binatang dan minta sedekah makanan. Negara ini juga merupakan negara tempat dimana dongeng ‘jack-o’-lantern‘ berasal, yaitu seseorang bernama Jack yang tak dapat masuk ke surga karena kikir, namun juga tak dapat masuk ke neraka karena ia sering melontarkan lelucon untuk mengolok-olok iblis, sehingga ia dihukum untuk berjalan mengelilingi dunia dengan lenteranya sampai Hari Penghakiman tiba.

Di Scotlandia, orang-orang berjalan menyusuri padang dan desa-desa dengan membawa suluh dan menyalakan api unggun guna menghalau tukang sihir dan roh-roh jahat.

Sementara di Wales, setiap orang meletakkan suatu batu yang telah ditandai pada api unggun yang sangat besar. Jika batu miliknya tak dapat diketemukan kembali keesokan paginya, maka pastilah orang itu akan mati dalam tahun itu.

Romawi Kuno

Di samping tradisi Celtic yang telah ada, penjajah Romawi yang berkuasa atas Inggris pada tahun 43 Masehi, membawa serta dua perayaan kafir lainnya, yaitu Feralia, yang dirayakan di penghujung bulan Oktober demi menghormati mereka yang telah meninggal dunia; dan suatu perayaan pada musim gugur demi menghormati Pomona, dewi buah-buahan dan pepohonan. Dan kemungkinan, melalui perayaan inilah, buah apel kemudian dihubungkan dengan perayaan Halloween. Unsur-unsur perayaan Romawi ini dipadukan dengan perayaan Samhain bangsa Celtic.

Pemakaian kostum pada hari Halloween mulai popular di kalangan masyarakat Perancis sekitar abad 14-15. Saat itu benua Eropa dilanda wabah penyakit pes. Hampir separuh dari rakyat Eropa mati karena bencana ini. Para seniman kala itu melukiskan semua ini pada setiap dinding kuburan tempat orang-orang yang mati tersebut dikuburkan. Gambar yang paling popular melukiskan setan yang memimpin orang-orang yang sudah meninggal ini menuju makam mereka. Terkadang mereka juga melukiskan kisah ini dalam bentuk tarian, dimana para penarinya mengenakan kostum seperti orang mati. Orang Perancis merayakan pesta kostum ini bukan pada hari Halloween seperti yang dilakukan oleh orang Irlandia, melainkan pada hari pensucian jiwa (All Soul’s Day, menurut umat Kristiani). Dua tradisi ini kemudian masuk ke Amerika pada abad ke-18, dimana banyak orang Perancis yang menikah dengan orang Irlandia dan lahirlah tradisi mengenakan kostum orang mati di hari Halloween.

Selain akrab dengan kostum orang mati, perayaan roh, dan kata-kata “Trick or Treat!” oleh anak-anak agar mendapatkan permen, Halloween juga memiliki satu atribut yang tak terlupakan, yaitu labu. Meskipun saat ini sudah banyak atribut-atribut Halloween yang berwarna selain warna hitam dan orange, namun kedua warna itu masih dianggap sebagai warna tradisional Halloween. Sedangkan labu yang merupakan hasil panen saat musim gugur di benua Amerika dan Eropa yang notabene-nya adalah benua beriklim sejuk sering dijadikan simbol Halloween, begitu pula dengan orang-orangan sawah sebagai penjaga hasil panen.

Simbol Halloween yang dimengerti secara universal adalah labu yang diukir membentuk wajah menyeramkan yang diberi nama Jack-o’-lantern. Agar kelihatan lebih seram, lentera Jack-o’-lantern biasanya diletakkan di tempat gelap, karena di dalam labu diletakkan lilin menyala atau lampu. Tradisi membuat lentera Jack-o’-lantern ini berasal dari Amerika Utara yang banyak menghasilkan labu berukuran besar yang mudah diukir.

Sumber dan Foto: dari berbagai sumber

Categories: Knowledge, Party Tags: , , , , ,