Archive

Posts Tagged ‘cheat’

Re-Sign

Satu prahara mengusik ketenangan rumah tanggaku, saat aku tahu bahwa prahara itu muncul bersamaan dengan keputusanku untuk menapaki dunia kerja. Yang aku sesalkan adalah prahara itu terjadi karena kesalahanku sendiri.

Ian..

Nama itu seakan menjadi sesuatu yang mengerikan yang harus aku musnahkan untuk selama-lamanya dari pikiranku. Nama itu jugalah yang membuat semuanya menjadi mimpi buruk di bulan-bulan awal pernikahanku.

Jauh di dalam hati aku memaki diriku sendiri, kenapa bisa begitu bodoh tertipu oleh wajah manis seakan tanpa dosa itu?

Berbagai perlakuan kasar dan caci-maki harus aku terima dari suamiku atas perbuatanku. Aku patut menerimanya karena memang aku bersalah. Selain itu, aku pun harus menuruti perintahnya untuk berhenti dari pekerjaanku. Yah, aku re-sign dari pekerjaan yang belum genap tiga bulan aku jalani. Tak hanya itu, aku pun harus merelakan HP-ku disita oleh suamiku dan tidak diperbolehkan untuk menggunakannya lagi—entah sampai berapa lama. Aku sadar aku telah mengecewakannya. Mungkin satu kata maaf saja takkan pernah cukup untuk menghapus kekecewaan dalam hatinya.

Namun, satu janji telah aku tancapkan dalam hatiku bahwa aku takkan mengulangi kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya. Aku takkan jatuh ke dalam lubang yang sama dua kali. Aku benar-benar menyesal. Dan mungkin, penyesalanku takkan bisa terbayar dengan apapun juga.

Categories: Job Tags: , ,

Friends One by One

November 2, 2008 Sotyasari Dhanisworo 3 comments

Di setiap seseorang menapaki suasana baru dan tempat baru, kita juga akan bertemu dengan orang-orang baru yang sama sekali berbeda dengan yang kita temui setiap harinya. Begitu pula yang aku alami sekarang. Di tempat kerja, aku juga bertemu dengan orang-orang baru yang akan aku temui setiap hari.

Awalnya, aku tidak berminat untuk berkenalan dengan orang-orang baru di tempat kerjaku, karena yang ada di pikiranku saat itu adalah: walaupun aku berkenalan dengan mereka, hal itu tidak mengubah pemikiranku tentang perasaan bosan yang hinggap di diriku sejak pertamakali aku menginjakkan kaki di tempat itu.

Tapi, segalanya tiba-tiba saja berubah sejak aku mengenal seseorang bernama Ian disana. Dia mampu menghapuskan segala rasa bosan dan jenuh di tempat itu. Entah apa yang mendorongku untuk ingin mengenalnya. Sejak awal aku bertemu dengannya, aku hanya merasa dia adalah tipe pria yang enak untuk diajak berbagi cerita. Tanpa aku sangka, dia pun juga memiliki pemikiran yang sama denganku.

Hingga sekarang pun, hari-hariku di kantor diisi oleh keceriaan dan senyumnya yang mampu membunuh semua kebosananku. Jikalau pada awalnya aku merasa malas untuk berangkat ke kantor, kini aku merasa sangat bersemangat sekali. Aku seakan tidak ingin meninggalkan semua keceriaan ini. Dan aku ingin, semuanya tetap seperti ini.

Walau seakan ada sebuah jarak diantara aku dan dia, aku tak merasakan jarak itu. Jarak boleh terbentang luas di hadapan kami, tapi aku masih bisa melihatnya dengan jelas di hadapanku. Itulah mengapa, aku seakan tak merasakan jarak yang membentang luas itu. Aku hanya merasakan kehadirannya sebagai seorang teman, dan tak lebih dari itu. Seorang teman dekat yang mampu membunuh rasa bosan dan jenuhku di kantor yang sekarang menjadi hari-hari kehidupanku.

Categories: Job Tags: ,

Bahagia Tanpa Rasa Bahagia

Hari ini, aku merasakan beban yang selama ini memenuhi kapasitas otakku, seakan pergi. Walaupun mungkin belum seluruhnya, setidaknya sebagian telah berhasil kuatasi. Namun beberapa hal lain yang belum sempat kuatasi, semakin merajalela memenuhi otakku. Aku hampir gila memikirkannya. Hampir-hampir aku tidak sanggup untuk mengatasi semuanya. Tapi bagaimana pun juga, aku harus bisa. Ini sudah resiko yang harus aku tanggung. Resiko yang harus aku tanggung, ketika aku memutuskan untuk membagi hatiku dengan yang lain.

Ternyata, aku memang masih harus banyak belajar tentang sesuatu yang berhubungan dengan hati dan perasaan. Tak semua orang memiliki perasaan dan hati yang sama seperti yang aku miliki. Aku harus mulai belajar menerima perbedaan itu. Perbedaan yang baru saja aku benar-benar mengerti artinya.

Semua hal yang telah dilakukan pasti mengandung resiko, entah itu positif ataukah negatif. Namun, satu yang aku tahu bahwa jangan pernah melakukan suatu hal apabila belum memikirkan resiko apa yang akan ditanggung. Seperti apa yang terjadi padaku hari ini dan entah sampai kapan akan menghantui pikiranku, dimana aku telah melakukan sesuatu yang belum pernah aku pikirkan sebelumnya resiko yang akan aku tanggung. Ketika aku sadar apa yang terjadi, semuanya telah terlambat untuk disesali. Sehingga, aku mulai percaya akan sesuatu,

bahwa…

“Tak Selamanya Selingkuh itu Indah”

Categories: Love Tags: