Tentang Aku
Aku tidak bisa menganggap bahwa diriku lebih dari segala-galanya, karena memang aku nggak seperti itu. Aku cuma cewek biasa yang mencoba untuk bisa lebih percaya diri menghadapi hidup. Hidup ini, menurutku, teramat sulit untuk diraba, dan teramat mudah apabila dilihat melalui mata telanjang. Apabila diandaikan, hidup itu seperti gerhana matahari ataupun gerhana bulan yang tidak boleh dilihat dengan mata telanjang, karena dapat menyebabkan kebutaan. Artinya, tak ada sesuatu pun dalam hidup ini yang bisa dilihat dengan hanya sekali pandang. Semuanya membutuhkan sudut pandang yang berbeda-beda, terutama ketika seseorang harus menghadapi suatu masalah. Jika seseorang memandang suatu masalah hanya dari satu sudut pandang, bukan pemecahan masalah yang akan didapat, namun justru masalah itu akan semakin rumit. Dalam hidup, perjuangan sangatlah penting. Bukan hanya penting untuk diri sendiri, melainkan juga penting untuk orang lain. Bahkan, seseorang yang telah melakukan perjuangan dengan keras pun tak akan pernah cukup untuk menyelami dalamnya kehidupan.
Setiap orang, termasuk aku, harus berjuang untuk melawan kerasnya hidup ini. Mungkin bagi beberapa orang yang telah banyak memakan ‘asam garam’, dalam artian telah banyak memiliki pengalaman hidup, hidup dan kehidupan bukanlah sesuatu yang harus dipikirkan secara detail, apalagi dipusingkan. Banyak hal di dunia ini yang masih menjadi beban hidup seorang insan daripada harus memusingkan hal-hal sepele semacam itu. Bagiku tidak demikian. Semua memang harus dipikirkan. Tidak hanya untuk jangka pendek saja, tapi juga jangka panjang. Tapi apabila kita tidak mengerti apa arti dari kehidupan itu sendiri, bagaimana kita bisa menjalani berbagai macam problema yang menimpa kita hari ini ataupun untuk beberapa hari ke depan..? Semuanya butuh proses.
Disini, aku ingin menuangkan segala isi pikiranku dan apapun yang ingin aku tulis. Sebagian mungkin berisikan tentang sesuatu yang sifatnya umum ataupun fun. Sebagian lagi berisikan tentang curahan hati yang nggak bisa aku ungkapkan dengan lisan, tetapi hanya bisa aku sampaikan dengan deretan huruf demi huruf. Mungkin nggak seberapa penting, tapi dengan blog ini aku seakan memiliki ‘teman’ yang selalu ada untukku setiap aku membutuhkannya. Selain itu, aku juga bisa membaginya dengan orang lain. Karena segala sesuatu yang membebani kita, apabila kita membaginya dengan orang lain akan terasa ringan. Memikul beban di dua bahu akan terasa lebih baik daripada memikul beban itu dengan sebelah bahu. Iya, kan..?
Namaku Sotyasari Dhanisworo, biasa dipanggil Dhanis. Lahir di Surabaya, tanggal 09, bulan Juni, tahun 1984. Aku suka baca buku—fiksi dan non-fiksi, suka tantangan, olahraga yang nggak terlalu ekstrem, fotografi, browsing internet dan mencari sesuatu yang baru. Aku orangnya simple dan nggak suka yang macam-macam. Di satu sisi, aku sangat lembut, penyabar, dan penurut. Sementara di sisi lain, aku juga bisa sangat egois, keras kepala, dan nggak sabaran—tiga sifat burukku yang selalu ingin aku hilangkan dari dalam diriku, namun tak pernah berhasil.
Aku juga punya seorang sahabat yang baik, lucu, dan menyenangkan. Aku mengenalnya sekitar tahun 2003 di satu kelas perkuliahan sampai sekarang—dan semoga tidak akan pernah berakhir. Dosen mengatakan bahwa ada tugas kelompok yang mengharuskan setiap mahasiswanya untuk membentuk sebuah grup yang terdiri dari beberapa orang. Ada seorang gadis berperawakan gendut menghampiriku dan mengajakku satu kelompok dengannya dan temannya. Aku tidak pernah menyangka sebelumnya kalau gadis itu memiliki sesuatu yang bisa membuat siapapun yang berada di dekatnya merasa nyaman, termasuk aku. Sejak itu aku memiliki seorang sahabat. Dan, dialah orangnya. Mungkin saat itu aku cuma ingin berteman tanpa ada angan-angan untuk mencari seorang sahabat. Aku sudah terbiasa berteman sejak kecil tanpa pernah sekali pun menyebut mereka ’sahabat’. Tapi, setelah aku dan dia tetap berteman setelah kami sama-sama lulus dari kelas perkuliahan itu dan selalu bersama di setiap kelas perkuliahan lainnya, aku pun tersadar bahwa kami memiliki banyak persamaan—tanpa mengabaikan berbagai perbedaan yang juga ada diantara kami. Kami saling mendukung satu sama lain. Aku punya banyak masalah, begitu pun dengannya. Tapi, dia selalu ada untukku. Menghiburku dan menemaniku kapan pun aku membutuhkannya. Menurutku, sahabat adalah seseorang yang selalu ada bersama kita bukan hanya dalam suka maupun duka, tapi juga ada disaat kita mengalami terang dan gelap hidup ini.
Beberapa tahun lalu, aku pernah mengenyam pendidikan formal TK selama 2 tahun di TK YPPI II, SD selama 4 tahun di SD YPPI IV dan 2 tahun di SDN Kedurus II, SMP selama 3 tahun di SMPN 6, kemudian SMA selama 3 tahun di SMA Kemala Bhayangkari I, dimana semua sekolah itu aku tempuh di kota kelahiranku, Surabaya, dan sejak tahun 2002, aku kuliah di Universitas Surabaya, fakultas ekonomi, jurusan manajemen, konsentrasi produksi sampai tahun 2008. Konsentrasi produksi ini kalau di kampusku biasa disebut jejaring bisnis (business network). Jejaring bisnis sebenarnya sama dengan produksi karena mereka masih satu induk dengan supply chain management atau yang lebih familiar dikenal dengan nama manajemen rantai pasok. Tapi, karena istilah ini (supply chain management) sering dipakai untuk jurusan teknik industri, maka di ekonomi, istilah ini jarang dipakai. Meski demikian, istilah supply chain management di ekonomi, dimasukkan dalam mata kuliah, yaitu mata kuliah yang dikhususkan bagi para mahasiswa yang mengambil konsentrasi manajemen jejaring bisnis.
Aku sekarang sudah menikah dan memiliki seorang suami yang sangat menyayangiku. Aku tidak pernah mencela apapun yang ia lakukan, begitu pula sebaliknya. Aku bersyukur mendapatkan pasangan hidup seperti dirinya. Aku memang tidak pernah bermimpi menikah dengan siapapun karena jodoh ada di tangan Tuhan. Aku hanya berharap aku bersanding dengan pria yang baik, bertanggungjawab penuh atas diriku, dan menyayangiku apa adanya. Dan, kini aku bersamanya.
Untuk ke depannya, aku ingin meraih cita-citaku setinggi mungkin, dimana aku sangat tahu sampai dimana kemampuanku untuk meraih itu semua. Tapi, aku akan berusaha untuk mewujudkan semuanya, setinggi harapan dan mimpi-mimpiku.













Hai Danish,
Semoga tidak bosan. Kebetulan aku di lab jadi, sering OL- dan sering singah. Boleh kan?
Wah, kamu sepertinya suka nulis ya (karena kamu suka baca pastinya), bagus..kadang memang ada keadaan yang jauh lebih baik dan terang diungkapkan lewat tulisan ketimbang diucapkan (because sometime, pure emotion (and that also implies, heart) flows through the pen, not the tongue)
Semoga kamu terus nulis di blog – kaya saya (semoga) karena seperti kata kamu juga, blog itu bisa jadi teman..kala nggak ada lagi teman..apalagi jauh dari mana-mana..kaya saya..hehe
OK. Salam kenal ya dan tetap semangat jalanin apapun.
Hai lagi,
Surabaya? hmm..kota itu nggak asing, walaupun saya nggak pernah benar-benar hidup di sana. Hanya ortu. Besar? pasti sangat besar kotanya..uwong’e okeh tenan.
Hay Dhanis. aq sungguh kagum dengan semangatmu.
Aq ingin kamu menciptakan sesuatu buat bangsa ini…
Semoga semangatmu terus melambung naik tanpa turun sebelum bangsa ini merasa bangga
Aq turut berdo’a untukmu.
sowry… aku baca sebagian tulisanmu tentang kehidupan, sungguh menarik…
jika boleh menanyakan sesuatu, apa sebenarnya “hidup” jika semua yang kita miliki tiada lagi? apakah “hidup” jika semua yang kita anggap memberi kehidupan telah hilang dari kita?
sowry.. but wajahmu mengingatkanku pada seseorang……..
Penggalan saja,
Kadang aku merasa jengkel,
Kadang aku merasa bosan,
Kadang aku lupa tentang terangnya dunia,
Kadang aku merasa tiada manfaatnya,
Tapi
Walaupun hidup seperti ini,
Aku selalu ingin hidup lebih baik daripada hari ini,
Aku selalu saja ingin menemukan halbaru yang bisa ku ukir,
Aku selalu saja ingin berdiri dan menatap ke depan,
Sebagaimana tulisan indah dari pemilik blog ini,
yang mungkin kelak bisa aku jumpai,
Dengan semangat hidup yang membahana.
Terima Kasih Dhanis.
you’re so cute..
boleh kenalan gak neh ?
Hae danisz pa kbr,mdh2an ush km brhsil ya,
nice words dhanis..
btw, kemaren aku add km di fb
could u wonder.. aku nemuin nama kamu di inbox e-mail ku bertahun2 lalu..
kita pernah korespondensi singkat lewat e-mail
setelah “scanning” inbox yang udah crowd bgt aku nemuin e-mail dari sender yang sepertinya mengingatkan aku sama hari2 lalu..
hmm, about your blog.. ga kepikiran dituangkan lewat buku?
^_^
okay, nice to know u..
met kenal thaks for information
semangat,
lam kenal…
ne aq juga baru ketagihan bikin blog
good luck aj buat kamu
salam kenal mba…
“Setiap orang, termasuk aku, harus berjuang untuk melawan kerasnya hidup ini. Mungkin bagi beberapa orang yang telah banyak memakan ‘asam garam’, dalam artian telah banyak memiliki pengalaman hidup, hidup dan kehidupan bukanlah sesuatu yang harus dipikirkan secara detail, apalagi dipusingkan.”
ya saya setuju mba, karna hidup hanya sekali, jangan mempersulit hidup.